LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT sebut kelompok teroris bisa cuci otak hanya dengan modal sinyal

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya fenomena pencucian otak oleh kelompok teroris, lewat pemanfaatan teknologi informasi.

2018-10-31 18:39:17
BNPT
Advertisement

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya fenomena pencucian otak oleh kelompok teroris, lewat pemanfaatan teknologi informasi.

"Sekarang hanya modal sinyal, pelaku sudah bisa lakukan pencucian otak yang disebut fenomena lone wolf atau serigala tunggal," kata Suhardi saat diwawancarai usai latihan mitigasi terintegrasi di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Selasa (31/10).

Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari pertemuan dengan jaringan radikalisme melalui dunia maya. Sebab jaringan radikal bisa melakukan baiat dalam suatu ruangan menggunakan media sosial.

Advertisement

"Usai dicuci ideologinya seorang bisa melakukan tindakan yang kurang baik. Cukup dengan online mereka bisa belajar ke basis jaringan teroris," ungkapnya.

Dijelaskan bahwa metode cuci otak (brain wash) sudah berhasil dilakukan para teroris, yakni saat membentuk satu kelompok kecil yang mengebom beberapa gereja di Surabaya.

"Jadi bekal informasi yang disebarkan dari media online jaringan teroris bisa pengaruhi pikiran seseorang. Ini yang perlu diwaspadai karena sangat berbahaya," jelasnya.

Advertisement

Oleh sebab itu pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk menanggulangi informasi yang menjurus kepada tindakan radikal di medsos.

"BNPT menyiapkan penanggulangan terorisme di tempat terbuka, dan ini akan rutin digelar setiap waktu di beberapa daerah," kata Suhardi.

Baca juga:
Frasa 'kontra radikalisasi' dianggap sudah jelas, MK tolak uji materi UU Terorisme
Pelaku pelemparan sejumlah tempat di Magelang bekas kombatan teroris Poso
Temui Wapres JK, Muhammadiyah minta dibentuk dewan pengawas penanganan terorisme
Muhammadiyah minta ada dewan mengawasi penegak hukum tangani terorisme
5 Negara ini banyak belajar dari keunggulan-keunggulan Indonesia
Temui pimpinan DPR & Komisi III, Tim Pengacara Muslim adukan ketidakadilan napiter

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.