LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT gandeng PPATK tangani masalah pendanaan terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme.

2017-04-12 18:04:34
Terorisme
Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme.

"Dalam menangani masalah pendanaan terorisme, kami sangat memerlukan bantuan dari PPATK," kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dalam keterangan tertulis, Rabu (12/4).

Suhardi mengatakan pelaku teror saat ini memanfaatkan perkembangan teknologi seperti pembayaran virtual paypal untuk mendanai kegiatan terornya. Hal tersebut, kata dia, harus dicegah agar dana tidak mengalir.

"Untuk itu perlu terobosan gimana kita deteksi dalam bidang pencegahan supaya tidak mengalir. Banyak cara dari mereka untuk menggalang dana terhadap tindakan yang tidak kita harapkan," tuturnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga menjelaskan, PPATK sendiri juga bisa meminta kepada BNPT untuk memprofiling. "Misalnya kok transaksi ini rasanya tidak pas. PPATK bisa minta kami untuk mem-profiling," ujarnya.

"Sebab, bisa saja nanti dana tersebut ditransfer ke person, bisa juga yayasan atau korporasi. PPATK juga bisa minta profiling ke negara pengirim, kita juga bisa mem-profiling seperti berapa kali transfer, kita analisis," tambahnya.

Mantan Kapolda Jawa Barat mengakui kalau kelompok teroris zaman sekarang juga telah menguasai teknologi bidang perbankan. Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi mempunyai implikasi positif dan juga negatif.

"Itu teknologi tinggi. Paypall pembayaran vitrual yang bisa dipakai transaksi pengguna internet. Bitcoin mata uang digital dan diedarkan daring, tanpa ada otoritas yang mengatur. Untuk itu perlu terobosan gimana kita deteksi dalam bidang pencegahan supaya tidak mengalir. Banyak cara dari mereka untuk menggalang dana terhadap tindakan yang tidak kita harapkan," kata mantan Sekretaris Utama Lemhanas ini.

Di Indonesia, menurutnya, sosok Bahrun Naim paling melek teknologi. "Perintahnya semua melalui saluran IT. Mereka punya divisi IT. Kita sendiri juga punya divisi IT, kita tak boleh lengah. Kalau lengah yang terganggu NKRI. Mereka selalu cari cara baru untuk hindari deteksi. Kita mesti waspada," tegasnya.

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, PPATK tidak pernah berhenti belajar dalam menganalisis transaksi keuangan. PPATK akan menelusuri setiap aliran transaksi keuangan yang diduga berkaitan dengan kegiatan terorisme.

Menurut Kiagus, hubungan antara setiap lembaga dalam pencegahan dan pemberantasan terorisme selama ini sudah cukup baik. Hanya saja tetap diperlukan penandatanganan nota kesepahaman guna mengatur ihwal pertukaran informasi.

"Dalam kerja sama ini ada beberapa hal diatur seperti pertukaran informasi, pendidikan pelatihan hingga pengembangan informasi teknologi," ujar Kiagus.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.