LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT dukung pengaktifan kembali Koopsusgab untuk berantas terorisme

BNPT sendiri bisa ikut ambil bagian dalam menjalankan tugas pencegahan tindak pidana terorisme. Apalagi, sumber daya yang ada di BNPT cukup mumpuni karena berasal dari berbagai lembaga.

2018-05-17 22:03:06
Terorisme
Advertisement

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol Suhardi Alius menyambut baik pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk membantu Polri memberantas terorisme. Menurutnya, BNPT mendukung segala upaya untuk menanggulasi aksi terorisme di Indonesia.

"Jadi ini harus kita dukung dong, sangat luar biasa itu," kata Suhardi di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (17/5).

Suhardi tidak khawatir tugas Koopsusgab akan tumpang tindih dengan BNPT. Masalah teknis pelaksanaan tugas, kata dia, bisa dibicarakan bersama lembaga-lembaga terkait.

Advertisement

BNPT sendiri bisa ikut ambil bagian dalam menjalankan tugas pencegahan tindak pidana terorisme. Apalagi, sumber daya yang ada di BNPT cukup mumpuni karena berasal dari berbagai lembaga.

"Jadi artinya apa kita sudah beperan semua dalam pencegahan saya bergantung kepada mereka, perannya sudah ada, dengan kemampuan teritorialnya, itu kita manfaatkan sebaik-baiknya," tandas Suhardi.

Diketahui, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengklaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah merestui pembentukan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan untuk menanggulangi terorisme di Indonesia. Satuan Komando ini akan diisi prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan antiteror Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU.

Advertisement

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI sudah direstui oleh Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/5).

Mantan Panglima TNI ini menyebut, pasukan Komando Operasi Khusus Gabungan sudah disiapkan. Mereka bisa digerakkan kapan saja jika terjadi serangan teror.

Komando Operasi Khusus Gabungan dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI. Namun sempat dibekukan. Melihat serangan teror beruntun terjadi beberapa hari belakangan, tidak tertutup kemungkinan satuan ini terus diaktifkan.

Baca juga:
Aktivis HAM sarankan pembentukan Koopssusgab disertai PP atau Perpres
4 Ketangguhan Kopassus, tim yang diperbantukan lawan teroris
RUU Terorisme diketok, Polri makin garang atau abuse of power?
Hidayat Nur Wahid sebut pembentukan Koopssusgab harus punya payung hukum yang jelas
Ketua Komisi I DPR sebut pelibatan TNI berantas teroris jangan langgar HAM
90 Personel terbaik Kopassus, Denjaka & Denbravo akan bantu Densus lawan teror

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.