LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPT akan pertemukan pelaku terorisme dengan korban

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan pemerintah sudah menyiapkan hari khusus untuk mempertemukan para pelaku terorisme dengan korbannya.

2018-02-21 22:13:05
Terorisme
Advertisement

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Suhardi Alius mengatakan pemerintah sudah menyiapkan hari khusus untuk mempertemukan para pelaku terorisme dengan korbannya.

Dalam forum tersebut tujuannya ingin menyampaikan damai dan menjalin silaturahmi antara pelaku dan korban.

"Dari sisi korban tentu (mereka bilang) cukup kami saja. Kami dengan kebesaran hati bisa hadir bisa menerima tapi jangan lagi ada korban. Dari pihak pelaku oh dia sudah menyadari bahwa ternyata saudara kita juga yang kena," katanya di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (21/2).

Advertisement

"Nah suasana ini yang ingin kita bawa. Beberapa kementerian kami undang memberikan beberapa penjelasan terkait masalah hak mereka," sambung dia

BNPT tidak sendiri, pertemuan tersebut juga akan dihadiri Menteri-Menteri dari kabinet Kerja, namun dia belum bisa memastikan menteri siapa aja yang akan hadir. Dan rencananya pertemuan ini akan dilakukan akhir Februari ini.

"Tanggal 28 Februari nanti kita lihat yah. Beberapa menteri juga kita undang sebagai bisa menampung aspirasi, saya barusan ketemu sama mereka," jelas dia.

Advertisement

Suhardi menambahkan, BNPT saat ini sedang mencari cara agar paham radikal tidak menyebar di Indonesia, terlebih pada keluarga yang tersandung kasus terorisme. BNPT sudah menggandeng beberapa lembaga untuk mendampingi para keluarga teroris agar paham radikal tidak mendarah daging terlebih pada anak-anak.

"Macam-macam, Mbak Yeni Wahid konsultasi juga, kita enggak boleh sembarangan menitipkan anak itu. Orang menjadi radikal itu tahunan, masak sebulan dua bulan bisa meyakinkan. Oleh sebab itu harus difokuskan ke anak-anak melibatkan para psikolog dan sebagainya," kata Suhardi.

Baca juga:
Kisah eks Napi teroris jihad di Filipina hingga tobat demi keluarga
Eks napi teroris harap dengan rekonsiliasi pelaku dan korban tak lagi dendam
Selain di Islam, kelompok radikal juga ada di agama lain
BNPT: Masalah kebangsaan dan radikalisme punya korelasi sangat kuat
BNPT ajak kepala daerah bersinergi cegah penyebaran radikalisme
Rencana rekonsiliasi korban dan eks napi teroris bukti Indonesia damai

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.