BNPB: Urusan Bencana Tidak Ada Kaitannya dengan Era Pemerintahan
BNPB: Urusan Bencana Tidak Ada Kaitannya dengan Era Pemerintahan. Lebih lanjut dua merincikan beberapa kejadian bencana sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kini Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, banyaknya peristiwa yang terjadi pada tahun ini tidak ada kaitannya dengan era pemerintahan yang sedang berkuasa. Sebab, kata Sutopo, segala bencana yang terjadi itu berasal dari ulah manusia yang kini kerap merusak alam.
"Urusan bencana adalah urusan kemanusiaan, tidak ada kaitannya era pemerintahan. Siapapun Presiden Indonesia pasti akan berhadapan dengan bencana," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (31/12).
Akibat dari rusaknya alam, katanya, seperti hutan semakin berkurang, lahan hijau kritis meningkat, daerah aliran sungai bersih juga berkurang, maka akan memicu terjadinya bencana hidrometologi.
"Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi. Otomatis rusaknya lingkungan tadi menyebabkan meningkatnya bencana hidrometologi," katanya.
Lebih lanjut dua merincikan beberapa kejadian bencana sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kini Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Di masa kepemimpinan SBY dari November 2004 hingga Oktober 2014 tercatat ada 12.820 bencana dan 181.045 orang meninggal dunia. Sementara zaman Pak Jokowi ada 9.957 bencana dan 6.170 orang meninggal dunia dalam kurun waktu November 2014 hingga 27 Desember 2018," pungkasnya.
Baca juga:
BNPB Prediksi 2.500 Bencana Akan Terjadi di Indonesia pada 2019
Update Jumlah Korban Tsunami Selat Sunda: 437 Meninggal, 14.059 Luka & 16 Hilang
Data BNPB: Korban Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda Mencapai 426 Orang
5 Tokoh yang Jadi Sorotan Sepanjang 2018
BNPB: Gelombang Tinggi di Perairan Sulut Akibat Siklon Tropis di Sekitar Filipina