LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPB Sebut Bekasi Paling Banyak Terendam Banjir, Bukan Jakarta

Banjir yang melanda Ibu kota dan sekitarnya pada awal tahun ini menyebabkan banyak wilayah terendam. Dari pendataan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bukan wilayah Jakarta yang paling banyak terdampak banjir, melainkan Bekasi.

2020-01-03 20:40:00
Banjir
Advertisement

Banjir yang melanda Ibu kota dan sekitarnya pada awal tahun ini menyebabkan banyak wilayah terendam. Dari pendataan yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bukan wilayah Jakarta yang paling banyak terdampak banjir, melainkan Bekasi.

"Kota Bekasi, karena banyak sekali banjirnya paling parah. Di situ banjirnya kemarin itu sampai 2 meteran lebih jadi sampai 2,5 meter di sana karena luas yang terdampak juga (cukup) luas," kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/1).

Menurut Agus salah satu penyebabnya adalah karena banyaknya sungai di wilayah Bekasi. "Ternyata di sana ada banyak sungai kan Kali Bekasi, Kali Angke, Kali Cikeas masuk ke sana. Sehingga dampaknya besar, banjirnya tinggi sehingga makanya pengungsinya banyak," jelas Agus.

Advertisement

Maka, kata Agus tidak heran bila di Bekasi BNPB mencatat pengungsinya mencapai ratusan ribu. Ini jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain, misalnya Jakarta yang hanya sekitaran 21 ribu saja.

"Jumlah pengungsi ini yang paling banyak di Kota Bekasi jumlah pengungsinya ada 366.274, kemudian di kabupaten Bekasi ada 2.846," beber Agus.

Kendati begitu, Agus mengatakan bahwa korban jiwa di Bekasi cukup sedikit dibandingkan daerah lain yang terdampak banjir lebih sedikit.

Advertisement

"Tapi korbannya sedikit di sana. Kebanyakan mereka sudah evakuasi semua ke tempat-tempat aman sehingga tinggal yang meninggal dunia saja," ungkapnya.

Korban jiwa dalam bencana banjir yang menerjang Kota dam Kabupaten Bekasi, kata Agus tercatat empat orang yakni di kabupaten ada satu dan sisanya di wilayah Kota Bekasi.

Korban Banjir Jangan Ragu Hubungi Basarnas

Selain BNPB, salah satu lembaga yang memiliki tanggung jawab dalam melakukan pertolongan terhadap para korban bencana adalah Badan SAR Nasional atau Basarnas.

Menurut Humas Basarnas, Joshua Banjarnahor pelayanan Basarnas terhadap para korban bencana merupakan bentuk pengabdian mereka. Oleh karenanya, pelayanan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

"Apabila ada oknum yang meminta bayaran harap dilaporkan kepada kami, dan kamipun tidak menerima bayaran dari warga yang sudah kami bantu," kata Joshua saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (3/1).

Ia pun mengimbau, bagi warga yang dalam kondisi bencana atau bahaya tidak sungkan untuk meminta bantuan kepada Basarnas.

"Kami berharap masyarakat seluruh Indonesia jangan khawatir dan enggan melaporkan setiap kejadian, baik yang berkaitan dengan kondisi membahayakan manusia, kecelakaan transportasi maupun penanggulangan bencana sehingga respon time dalam penanganan korban semakin cepat," jelas dia.

Adapun call center Basarnas yang beroperasi 24 jam ialah 115. Nomor ini bebas pulsa, artinya masyarakat yang memang membutuhkan bantuan tidak akan dikenakan tarif dari operator seluler.

"Akan tetapi masyarakat diharapkan bijaksana dalam penggunaannya," imbaunya.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.