BNPB sebut banjir di Karawang bukan disebabkan Waduk Saguling meluap
BNPB sebut Banjir di Karawang bukan disebabkan Waduk Saguling meluap. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, meningkatnya debit Sungai Citarum tersebut menyebabkan tinggi muka air Waduk Saguling melimpas karena melebihi batas tinggi muka air.
Hujan lebat yang berlangsung terus menerus di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum menyebabkan debit Sungai Citarum meningkat. Bahkan di beberapa tempat di Dayeuhkolot, Rancaekek dan daerah lain di Kabupaten Bandung banjir akibat luapan Sungai Citarum.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, meningkatnya debit Sungai Citarum tersebut menyebabkan tinggi muka air Waduk Saguling melimpas karena melebihi batas tinggi muka air 643 meter di atas permukaan air laut sejak Jumat (11/11).
"Pada saat elevasi mencapai 643,8 meter di atas permukaan air laut maka pintu spillway akan dibuka setinggi 1 meter sehingga debit Sungai Citarum akan bertambah besar," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/11).
Dia mengatakan, Indonesia Power Unit Pembangkitan Saguling telah memberitahukan kepada semua pihak pembukaan pintu air tersebut sejak kemarin. Masyarakat di sekitar bantaran sungai Citarum dari outlet Waduk Saguling hingga Inlet Waduk Cirata dihimbau untuk waspada dari banjir.
"Hingga Sabtu pagi tinggi muka air Waduk Saguling mencapai 643,9 meter di atas permukaan air laut. Debit inflow atau volume air Sungai Citarum ke Waduk Saguling masih tinggi, yaitu 360 meter kubik per detik sehingga tinggi muka air waduk terus naik dan masih terus melimpas dengan debit 171,73 meter kubik per detik," kata dia.
Sutopo menuturkan, belum ada laporan banjir yang merendam desa-desa di bantaran sungai di sekitar Saguling. Masyarakat di desa yang berpotensi terkena dampak meliputi Desa Cipageran, Desa Jati, Desa Cikonde, Desa Bojong Heulang, Desa Saguling dan Desa Girimukti telah disiagakan jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
"BPBD terus berkoordinasi dengan semua pihak mengingat tinggi muka air Waduk Saguling terus naik," tuturnya.
Diterangkan Sutopo, di bawah Waduk Saguling terdapat Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur yang masih mampu menampung luapan banjir dari Waduk Saguling. Kedua waduk tersebut belum melimpas sehingga masih aman.
Tinggi muka air Waduk Cirata pada Sabtu pagi tercatat 219,84 meter di atas permukaan air laut. Batas melimpas jika lebih dari 220,07 meter di atas permukaan air laut. Tujuh spillway di Waduk Cirata masih ditutup, begitu juga dengan Waduk Jatiluhur masih belum melimpas.
Sementara itu akibat hujan lebat dan buruknya drainase telah menyebabkan banjir di Karawang pada Jumat sore. Pada Sabtu siang banjir masih merendam Dusun Simargalih RT 02 RW 06 Desa Parungsari, Kecamatan Ciampel dan Komplek Surya Cipta Karawang.
"15 unit rumah terendam setinggi 25 hingga 150 cm. Penyebab banjir karena adanya penyempitan tiang jembatan di Sungai Cirinjing. Tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut," terangnya.
Sutopo menegaskan, banjir di Karawang bukan disebabkan melimpasnya Waduk Saguling. Tidak ada kaitan antara melimpasnya Waduk Saguling dengan banjir di Karawang, begitu juga melimpasnya Waduk Saguling tidak akan memberikan dampak kepada masyarakat di Bandung karena aliran Waduk Saguling ke utara. Sedangkan Bandung lebih tinggi posisinya dan berada di tenggara Waduk Saguling.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Ancaman banjir, longsor dan puting beliung akan makin meningkat. Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama akan makin meningkat. Musim hujan diprediksi hingga April 2017 dengan puncak hujan pada Januari 2017 mendatang," tandasnya.
Baca juga:
Diduga akibat korsleting, 2 toko & gudang di Karawang ludes terbakar
Alih kelola sekolah, Aher janji tingkatkan kualitas pendidikan
Gubernur Aher tebar sejuta benih ikan di Situ Cipule
Dihantam puting beliung, 3 rumah warga di Karawang rata dengan tanah
90 Warga keracunan bubur saat syukuran di makam keramat di Karawang
Oleng kendarai motor, ibu dan anak di Karawang tewas dilindas truk
BRI di Karawang dirampok, pegawai disekap, Rp 300 juta digondol