LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPB sebut ada tsunami susulan di Palu usai status peringatan dini ditarik kemarin

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho membenarkan adanya tsunami susulan di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Selatan, setelah status peringatan meluapnya air laut ditarik oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarin.

2018-09-29 14:10:40
Gempa
Advertisement

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho membenarkan adanya tsunami susulan di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Selatan, setelah status peringatan meluapnya air laut ditarik oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarin. Tsunami tersebut juga terbilang lebih tinggi dari 3 meter.

"Nanti tolong ditanyain lagi ke BMKG ya. Tapi saya tidak akan menyampaikan statement. Iya ada (tsunami susulan)," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).

Sutopo menyebut kabar itu didapatnya dari sosial media, baik dalam bentuk tertulis, foto, dan rekaman video. Setelah dilakukan pemeriksaan dan mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut ke pihak BMKG Sulawesi Tengah, ternyata benar luapan air yang lebih tinggi terjadi setelah ditariknya peringatan dini tsunami.

Advertisement

"Setelah itu saya nyatakan rilis bahwa memang tsunami menerjang di Palu dan Donggala. Nah saya juga langsung kontak Menkomaritim dan sebagainya. Nah tetapi tentang kecolongan dan sebagainya silakan ke BMKG. Jadi ini bukan masalah kecolongan, tapi tsunami itu memang ada," jelas dia.

Hanya saja, Sutopo menyayangkan status peringatan dini tsunami ditarik 30 menit lebih cepat dari biasanya usai luapan air terjadi. Dalam kasus serupa, kurun waktu penetapan status baru biasanya dilakukan paling cepat 60 menit setelah terjadi peristiwa.

Padahal, BNPB masih dalam proses memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Tidak semua warga mengerti artinya status Siaga dan Waspada bencana.

Advertisement

"Yang pasti kan kalau melihat kecepatan kan mereka memberikan peringatan dini begitu cepat saat itu. Tapi kenapa berakhirnya juga cepat itu kemarin menjadi tanda tanya. Biasanya lebih dari satu jam. Nah kemarin tiba-tiba pendek," Sutopo menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
AirNav terbangkan pesawat bantuan ke Bandara Sis Al Jufri, Palu
Takut gempa susulan, warga Palu & Donggala diminta tak di dalam rumah
Penjelasan BNPB soal bencana besar kerap terjadi saat akhir pekan
Sekretaris TKN: Jokowi akan bertindak cepat bantu korban tsunami Palu & Donggala
Kemenpar hentikan sementara promosi wisata Sulawesi Tengah

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.