LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPB Salurkan Rp 250 Juta ke Daerah Terdampak Banjir Sulsel

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan operasional senilai Rp 250 juta ke empat Kabupaten terdampak banjir di Sulaswesi Selatan. Empat kabupaten itu antara lain, Maros, Makassar, Gowa, dan Jeniponto.

2019-01-24 13:47:23
Banjir Makassar
Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan operasional senilai Rp 250 juta ke empat Kabupaten terdampak banjir di Sulaswesi Selatan. Empat kabupaten itu antara lain, Maros, Makassar, Gowa, dan Jeniponto.

"Dana untuk bantuan operasional itu pagi ini kita upayakan sudah tersalurkan ke empat kabupaten dulu yaitu Maros, Makassar, Gowa, Jeninponto. Masing-masing besarnya Rp 250 juta," kata Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/1).

"Akan ada lagi dana yang disalurkan. Tapi tergantung dari penilaian tim yang di sana," sambungnya.

Advertisement

BNPB akan berkoordinasi dengan instansi terkait pengelolaan bantuan di daerah lain yang terdampak banjir di Sulsel. BNPB juga akan memberikan perhatian lebih kepada kerusakan berat akibat banjir besar.

"Nanti kita akan koordinasi dengan instansi terkait. Terutama yang kerusakannya berat, seperti jembatan jalan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPB) Sulawesi Selatan Syamsibar menyebut setidaknya 26 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di 10 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari ini.

Advertisement

"Sebanyak 26 korban meninggal itu berasal dari tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Gowa (12 orang), Jeneponto (10 orang) dan Maros sebanyak 4 orang. Jadi sampai saat ini data masuk yang kita rilis itu ada 26 orang korban meninggal dunia," katanya.

Sementara itu data yang dirilis BPBD Sulsel melalui Crisis Media Center pemprov hingga 23 Januari 2019, pukul 23.10 WITA, total korban terdampak bencana banjir sebanyak 3.914 kepala keluarga (KK) atau 5.825 jiwa, 26 orang meninggal dunia, 24 orang hilang, sakit 46 orang dan korban yang mengungsi 3.321 jiwa.

"Korban terdampak bencana yang mengungsi di atas 3.000 dan Alhamdulillah curah hujan sudah tidak seperti sebelumnya. Intensitasnya hujan sudah mulai menurun dan Bendungan Bili-bili elevasinya juga sudah turun dan berada dalam kondisi normal," kata Syamsibar.

Hingga (24/1) pukul 04.50 WITA , tinggi muka air Bendungan Bili-bili +99.45 (normalnya 99,50), volume air waduk sekitar 248.59 meter kubik inflow sekitar 246.66 meter kubik/detik serta outflow sekitar 246.70/detik. Dan status telah diturunkan menjadi di bawah normal dan tinggi bukaan pintu dikurangi menjadi 2.0 meter.

Reporter: Lizsa Egeham

Baca juga:
Pintu Air Bendungan Bili-Bili Gowa Mulai Ditutup, Banjir Perlahan Surut
Siang Ini, Doni Monardo Tinjau Lokasi Bencana Banjir di Sulsel
Banjir dan Longsor di Gowa, BPBD Sulsel Catat 26 Orang Meninggal
Nenek, Ibu dan Anak Warga Kabupaten Gowa Tewas Tertimbun Longsor Ditemukan Berpelukan
3 Warga di Makassar, Pangkep dan Barru Meninggal saat Terjangan Banjir Bandang
Menteri Basuki Belum Terima Laporan Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir di Sulsel

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.