BNPB: Masih Terjadi Longsor Susulan di Sukabumi
Sutopo menuturkan hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan aliran permukaan di areal hutan dan persawahan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga kini masih terus terjadi longsor susulan di Sukabumi, Jawa Barat. Namun, dengan intensitas kecil.
"Longsor susulan masih terjadi meski intensitasnya kecil," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Selasa (1/1).
Untuk proses evakuasi, lanjut Sutopo, selain terkendala minimnya alat berat, kondisi tanah yang masih rapuh juga mempersulit tim SAR.
"Kondisi tanah juga rapuh, terurai dan berlumpur akibat hujan menyebabkan kesulitan tim SAR mencari korban," ujarnya.
Sutopo menambahkan, lokasi longsor juga menarik warga sekitar datang hanya untuk sekedar melihat sampai membantu proses evakuasi. "Bantuan terus berdatangan tapi terhambat oleh banyaknya masyarakat yang melihat bencana. Wisata bencana seperti ini selalu terjadi di saat bencana. Masyarakat berdatangan ingin melihat lokasi bencana. Ada juga ingin menengok dan membantu kerabat yang terkena bencana," katanya.
Sutopo menuturkan hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan aliran permukaan di areal hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng kemudian menimbun sekitar 34 rumah kampung adat bagian bawahnya yaitu di Kampung Cimapag, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada 31/12/2018 pukul 17.00.
Baca juga:
Begini Kondisi Kampung Cimapag yang Rata Dengan Tanah
Longsor di Sukabumi: 5 Tewas, 38 Orang Masih Dicari
BNPB Catat 107 Warga Terdampak Longsor di Sukabumi
Evakuasi Korban Longsor Sukabumi Terkendala Minimnya Alat Berat
41 Orang Tertimbun Longsor di Sukabumi Masih Dicari Tim SAR