LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPB: Korban meninggal gempa Sulteng bertambah jadi 1.374 orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah terbaru korban yang meninggal dunia pascagempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Selasa (2/10) petang, sebanyak 1.374 jiwa.

2018-10-02 22:59:22
Gempa
Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah terbaru korban yang meninggal dunia pascagempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Selasa (2/10) petang, sebanyak 1.374 jiwa.

"Ada 113 jiwa hilang," kata Kepala BNNP, Willem R dalam jumpa pers di Posko Satgas Penanggulangan Gempa Bumi di Palu, Selasa petang. Dikutip dari Antara.

Menurut Willem, masih ada jenazah yang tertimbun di bawah tumpukan bangunan dan longsor yang belum diketahui berapa jumlahnya.

Advertisement

Menurut Willem, saat ini yang menjadi prioritas adalah upaya pencarian dan penyelamatan untuk mengevakuasi korban, dengan mengerahkan semua sumber daya manusia (SDM), mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian hingga relawan.

Untuk penanganan jenazah, kata dia, sebanyak 483 jiwa yang sudah dimakamkan. Sementara yang dimakamkan per hari ini sebanyak 257 jiwa, di Kelurahan Pantoloan 35 jiwa dan dimakamkan keluarga sebanyak 191 jiwa.

Sejumlah warga pesisir pantai di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaili, Kota Palu, mengaku masih mencari sejumlah anggota keluarga yang hilang terseret air laut saat gempa dan tsunami, bermagnitudo 7,4 pada skala Ritcher, Jumat (28/9) lalu, "Sampai sekarang masih ada satu orang anak saya yang belum ditemukan," kata Nurjannah.

Advertisement

Nurjannah menuturkan, saat itu, dia dan keluarga sedang berada di rumah dan tiba-tiba gempa terjadi. Kala itu, di halaman rumah tanah sudah mulai retak dan mengeluarkan lumpur dan gas.

Mereka pun berupaya menyelamatkan diri, namun beberapa anggota kelurga yang masih tertinggal, tiba-tiba tersampu ombak yang begitu besar.

"Suami dan dua anak laki-laki saya meninggal dunia, namun satu orang belum ditemukan hingga sekarang," tutur Nurjannah.

Dia berharap, adanya bantuan pemerintah, karena saat ini sudah tidak memiliki apa-apa lagi, dari rumah hingga suami sebagai tulang punggung untuk mencari nafkah.

Baca juga:
Begini kondisi Kelurahan Balaroa yang rata akibat gempa Palu
BMKG: Tak ada sinyal gempa saat terjadi gelombang di kolam renang Juanda
Lalu lintas udara dibuka, ratusan penumpang di bandara Palu berebut naik pesawat
Asal tertib, Pilot Hercules jamin semua korban gempa Sulteng bisa dievakuasi
Donald Trump ingin kirim kapal RS ke Sulteng, JK bilang tidak efisien
Kondisi lapas rusak akibat gempa, napi di Palu dan Donggala dilepas sementara
Berpengalaman di Aceh, JK diminta pimpin penanganan bencana Sulteng

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.