BNPB Dampak Gempa Banten: Ribuan Orang Mengungsi dan 1 Orang Meninggal
Meski gempa terjadi di Banten, namun ribuan warga yang mengungsi itu semua merupakan dari Provinsi Lampung. Kebanyakan, mereka mengungsi di halaman kantor Gubernur Lampung.
Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, sebanyak ribuan orang telah mengungsi saat gempa yang terjadi di Provinsi Banten yang berkekuatan magnitudo 7,4. Gempa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, pada Jumat (2/8).
"Kurang lebih 1.050 jiwa mengungsi, 4 orang luka-luka dan 1 orang meninggal dunia," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (3/8).
Satu orang yang meninggal diketahui atas nama Rasinah (48), warga Kampung Cilangkahan, RT 03, RW 01, Desa Pecangpari, Kecamatan Cigemblong, Banten.
"Rasinah meninggal akibat panik dan kena serangan jantung," ujarnya.
Meski gempa terjadi di Banten, namun ribuan warga yang mengungsi itu semua merupakan dari Provinsi Lampung. Kebanyakan, mereka mengungsi di halaman kantor Gubernur Lampung.
"Provinsi Lampung sekitar 1.000 jiwa mengungsi di halaman kantor Gubernur Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Selatan sekitar 50 orang mengungsi di EX Hotel Lima Enam (HUNTARA), 1 orang luka di Kabupaten Sukabumi dan 3 orang luka di Kabupaten Pandeglang," pungkasnya.
Sebelumnya BMKG mengeluarkan data sejumlah wilayah yang berada dalam status siaga dan waspada usai gempa M 7,4 di Banten. Namun pada pukul 21.35 peringatan tersebut dicabut, setelah memantau tinggi air selama dua jam.
Lokasi gempa tadi malam berada di 7.54 LS,104.58 BT (147 kilometer Barat Daya Sumur-Banten) dengan Kedalaman 10 kilometer. Gempa ini dirasakan cukup kuat hingga Bandung dan Jabodetabek.
Baca juga:
BMKG Sebut Gempa Banten Bisa Mencapai Magnitudo 8,7
Pascagempa Banten, Kemensos Kerahkan Kampung Siaga Bencana dan Tagana
Pascagempa Banten, Kepala BNPB Tinjau Kondisi di Pandeglang
Peringatan Tsunami Berakhir, Warga Pandeglang Pilih Tidur di Bukit
Presiden Jokowi Rasakan Gempa di Halim saat Menuju Istana
Gempa Banten, Puluhan Rumah Warga Pandeglang Ambruk