BNN sebut wilayah Solo Raya rawan peredaran narkoba
Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng menyebut kasus peredaran narkoba wilayah Solo Raya paling besar jika di bandingkan dengan daerah lain di Jateng. Sepanjang tahun 2018, BNNP mengungkap delapan kasus narkoba dengan mengamankan 13 tersangka.
Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng menyebut kasus peredaran narkoba wilayah Solo Raya paling besar jika di bandingkan dengan daerah lain di Jateng. Sepanjang tahun 2018, BNNP mengungkap delapan kasus narkoba dengan mengamankan 13 tersangka. Untuk menekan peredaran narkoba di Solo, BNNP telah menempatkan anggota di sana.
"Jadi wilayah Solo Raya meliputi Boyolali, Klaten, Sragen, Wonogiri paling tinggi pengedar dan bandar. Sebab solo sebagai kota transit bagi pengedar," kata Kepala Bidang Pembrantasan BNNP Jateng Suprinarto kepada wartawan di Semarang, Rabu (29/8).
Hingga saat ini, BNNP Jateng mengamankan barang bukti 7,8 kg sabu, an 110 butir inek. Ia mengatakan, dari semua kasus tersebut, terdapat bandar yang dikendalikan narapidana.
"Solo ini jalurnya dari mana-mana. Faktor geografis menjadi faktor utama transaksi narkoba paling tinggi di Jateng, perlintasan Jogja juga dekat sana. Mau ke Jatim juga lewat Solo, jadi tempat transit," terangnya.
Selain itu, kawasan solo juga terdapat wilayah yang sepi perlintasan, atau disebut daerah kosong. Maka dari itu menjadi kesempatan para pengedar narkoba bertransaksi dengan leluasa.
"Seperti wonogiri saja lokasi sangat strategis untuk menyimpan atau transaksi. Tempat hiburan juga banyak, dan Solo ini barangnya macem-macem asalnya. Ada dari Jawa Timur dari Madiun, Jakarta, dan Palembang," ujarnya.
Baca juga:
Dua narapidana kendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas Sragen
Identitas diketahui, polisi buru penyuplai kokain ke Richard Muljadi
BNN sita 7 kg sabu & 65.000 butir ekstasi asal Dumai milik napi di Salemba
Terima SPDP kasus narkoba Richard Muljadi, Kejati DKI siapkan tim jaksa
Edarkan pil koplo ke pelajar, pemuda di Karawang diringkus