LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNN Sebut Sumbar Masuk Daerah Rawan Peredaran Narkoba

Kepala BNNP Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Khasril Arifin, saat bertemu DPRD Sumatera Barat di Padang, Kamis, mengatakan, angka pengguna narkoba hingga saat ini tinggi dan butuh penanganan serius.

2021-04-01 12:52:04
Kasus Narkoba
Advertisement

Badan Narkotika Nasiona Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menyatakan daerah itu masuk daerah rawan dalam peredaran narkoba sehingga perlu penanganan serius dalam pemberantasan barang haram tersebut.

Kepala BNNP Sumatera Barat, Brigadir Jenderal Polisi Khasril Arifin, saat bertemu DPRD Sumatera Barat di Padang, Kamis, mengatakan, angka pengguna narkoba hingga saat ini tinggi dan butuh penanganan serius. Namun BNNP Sumatera Barat terkendala sarana dan prasarana dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Ia mengatakan Sumatera Barat dijadikan lokasi perlintasan bagi pengedar narkoba, pintu masuknya jelas dan sudah terpetakan secara baik. Mulai dari narkoba jenis ganja masuknya dari Kabupaten Pasaman yang dibawa dari Aceh dan Medan melalui jalur darat. Sementara untuk sabu dan ekstasi terpantau masuk dari Pekanbaru Provinsi Riau melalui Kabupaten Limapuluh Kota.

Advertisement

Ia mengatakan BNNK yang berada didaerah perbatasan tadi ditingkatkan kesiagannya, termasuk upaya menangkap pelaku pengguna atau pengedarnya.

"Data nasional tak ada desa yang bebas dari narkoba dan ini artinya juga di Sumbar. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang melawan narkoba," katanya, dilansir Antara, Kamis (1/4).

BNNP Sumbar terus mencegah dan menanggulangi secara berkelanjutan. Selain menangkap pengguna dan pengedar narkoba, juga sosialisasi pencegahan.

Advertisement

Untuk menangkap pengguna dan pengedar narkoba, dia tak menampik masih kekurangan sarana dan prasarana sehinga upaya penangkapan terkesan kurang maksimal.

Ia mencontohkan kurangnya kendaraan operasional petugas, apalagi sarana berupa kendaraan laut berupa kapal. Sedangkan untuk sosialisasi, pihaknya juga terkendala anggaran dan sarana, sejumlah pihak membantu, seperti pemasangan spanduk, baliho, dan lainnya. "Ini salah satu dilema kita di BNNP," katanya.

Sementara Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, mendukung kinerja BNNP dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dan pihaknya akan membantu mengkoordinasikan dengan pemerintahan setempat.

"Berat tugas BNN saat ini. Kita akan mendukung kinerja BNN di Sumbar. Tenti sesuao dengan kewenangan kita," katanya.

Kemudian Asisten II Pemprov Sumbar Benny Warlis mengakui ada keterbatasan provinsi dalam membantu kinerja BNNP. Misalnya dengan pinjam pakai kendaraan dinas Pemprov Sumbar untuk operasional. "Kami akan bantu sesuai ketentuan," katanya.

Baca juga:
Nekat Jemput 1 Kg Sabu Demi Biaya Bersalin Istri, Doni Dihukum 13 Tahun Penjara
Diamankan saat Pesta Sabu, Ini Fakta Penangkapan Kades Sentul Jaya
Dirjen PAS: 135 Ribu dari 250 Ribu Penghuni Lapas Bersumber dari Napi Narkoba
Ekspresi Artis FTV Agung Saga Kembali Terjerat Narkoba
7 Artis Ini Bolak-balik Ditangkap karena Kasus Narkoba, Terbaru Agung Saga

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.