BMKG peringatkan warga di Sumut waspadai cuaca ekstrem
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan, mengatakan, gangguan cuaca di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia Barat Sumatera membentuk belokan angin di Sumatera Utara. Hal ini meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif di Sumatera Utara.
Hujan dan mendung terus terjadi di sejumlah wilayah Sumut sepanjang hari ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga untuk terus waspada mengingat cuaca ekstrem dapat terjadi hingga awal Desember.
BMKG memperkirakan, hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir berpotensi terjadi di wilayah Langkat, Labura, Labuhan Batu, Toba Samosir sekitarnya. Hujan pun dapat meluas ke sebagian wilayah Binjai, Karo, Simalungun, Medan, Deli Serdang, Sergai, Samosir, Asahan, Batubara, Labusel, Humbahas, Taput, Palas, Paluta, Tapsel, Madina, Tapteng dan sekitarnya.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan, mengatakan, gangguan cuaca di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia Barat Sumatera membentuk belokan angin di Sumatera Utara. Hal ini meningkatkan pertumbuhan awan-awan konvektif di Sumatera Utara.
"Provinsi Sumatera Utara diprakirakan 2-3 hari ke depan hujan ringan hingga sedang di seluruh wilayahnya, termasuk kota Medan," jelas Syahnan, Selasa (28/11).
Cuaca ekstrem di Sumut, kata Syahnan, akan berakhir awal Desember. "Secara nasional memang ada beberapa daerah yang masih akan terus, tapi untuk Sumut diperkirakan Desember akan berakhir," imbuhnya.
Terkait hujan yang terus-menerus ini, BMKG mengingatkan agar warga meningkatkan kewaspadaan di kawasan aliran sungai dan bendungan, kawasan dataran rendah, serta daerah dataran tinggi. Potensi luapan air dan tanah longsor harus menjadi perhatian.
"Jadi kita harus selalu waspada, bisa juga terjadi pohon tumbang di pinggir jalan akibat longsor," jelasnya.
(mdk/rhm)