LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BMKG Pastikan Gelombang Pasang di Pantai Anyer Bukan Tsunami

Beredar kabar terjadi tsunami di kawasan Pantai Carita dan Anyer, Banten. Akibat kabar itu, warga di pesisir pantai panik keluar rumah dan berlarian bukit-bukit tinggi.

2018-12-22 23:40:00
Gelombang pasang
Advertisement

Beredar kabar terjadi tsunami di kawasan Pantai Carita dan Anyer, Banten. Akibat kabar itu, warga di pesisir pantai panik keluar rumah dan berlarian bukit-bukit tinggi.

Pantauan merdeka.com, warga di sekitar Pantai Carita dan Anyer berbondong-bondong menuju ke daerah yang lebih tinggi ke arah Kecamatan Mancak, Banten. Tak sedikit warga yang lari sambil membawa barang-barang dan kendaraan mereka.

Wisatawan yang menginap di hotel sekitar pantai juga menyelamatkan diri usai mendapat kabar adanya tsunami.

Advertisement

Kepala Staf Geofisika Kelas I Tangerang Teguh Rahayu mengatakan isu tsunami di pesisir pantai Anyer, Pantai Carita hingga Ujung Kulon, Banten hoaks.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tidak ada tanda-tanda gempa dan tsunami. Pantai Carita, Anyer dan sekitarnya hanya dilanda gelombang pasang. Gelombang terjadi sekitar pukul 21.15 WIB.

"Menurut info terjadi hanya gelombang pasang yang terjadi di Anyer dan sekitarnya. Himbauan kami agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Jangan terprovokasi dengan kabar-kabar yang tidak jelas," kata Teguh melalui siaran pers, Sabtu (22/12).

Advertisement

Dikonfirmasi terpisah, Petugas BPBD Kota Serang Ikpan menerangkan, gelombang pasang terjadi karena fenomena bulan purnama. Dia menyebut tsunami biasanya akan didahului oleh gempa. Sementara, tidak terjadi gempa di kawasan Pantai Anyer dan Carita.

"Gelombang pasang karena fenomena bulan purnama," ujarnya.

Ikpan menambahkan, gelombang pasang tidak sampai merusak hotel dan penginapan seperti yang viral di media sosial. Gelombang hanya menggenangi warung-warung pinggiran pantai.

"Rob cuma sampai ke warung-warung," ungkap Ikpan.

Baca juga:
Berburu Undur-undur Laut, Pelajar SMP di Kebumen Tewas Terseret Ombak
Dihantam ombak besar, 11 orang terjebak di pulau terpencil wilayah Papua Barat
BMKG minta warga sekitar perairan barat Lampung waspadai gelombang tinggi
Kisah Nurhusen tanam 5 ribu mangrove atasi abrasi
Waspada, gelombang tinggi terjadi di perairan Lampung capai 4 meter

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.