LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BMKG Jelaskan Tren Gempa Bumi di Sulawesi Barat

"Apabila trennya masih tinggi dan jumlah hari akan semakin panjang, itu artinya gempa susulannya juga akan panjang. Namun di tabel BMKG sudah menurun drastis, harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama," ucap Rahmat.

2021-01-19 16:25:39
Gempa Sulawesi Barat
Advertisement

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, tren gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat sangat jarang. Karakter gempa tersebut juga sangat berbeda seperti yang terjadi di Palu.

"Gempa bumi (Sulbar) yang terjadi sekarang sangat berbeda dengan gempa bumi yang terjadi di Palu karena percepatan pergerakan sesarnya gempa bumi Palu dan Mamuju sangat berbeda, di Palu sekitar 35mm/tahun sedangkan di Mamuju sekitar 10-15mm/tahun. Tentunya tingkat aktivitas di Mamuju sangat jauh berbeda pergeserannya dengan di Palu," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono, Selasa (19/1).

BMKG mencatat bahwa gempa susulan yang terjadi di Palu mencapai ratusan bahkan ribuan kali dalam sehari. Sedangkan, di Mamuju hingga hari Senin (18/1) hanya terdapat 31 kali gempa bumi dan sebagian besar tidak dirasakan. Berdasarkan data itu, BMKG belum mampu menyimpulkan bahwa kapan gempa susulan akan berakhir.

Advertisement

"Apabila trennya masih tinggi dan jumlah hari akan semakin panjang, itu artinya gempa susulannya juga akan panjang. Namun di tabel BMKG sudah menurun drastis, harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama," ucap Rahmat.

Rahmat menjelaskan, bahwa potensi adanya gempa susulan merupakan bagian dari pelepasan energi. Sehingga, setiap kali kejadian gempa bumi besar selalu akan diikuti oleh gempa-gempa susulan dan intensitasnya lama-kelamaan akan menurun.

"Pada akhirnya akan berhenti dan kemudian Mamuju akan normal kembali. Untuk terjadinya gempa kembali butuh beberapa puluh tahun lagi," lanjutnya.

Advertisement

BMKG, lanjut dia, telah memasang peralatan untuk melakukan perhitungan percepatan pergerakan tanah di sekitar Mamuju serta melakukan pemetaan sebaran kerusakan. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan ke lapangan terhadap informasi peta guncangan yang telah dirilis apakah sejalan atau tidak.

Dia menambahkan, BMKG bekerjasama dengan satgas tim gabungan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam melakukan sosialisasi langsung dengan mendatangi pos-pos pengungsian. Sehingga masyarakat dapat tenang dan tidak panik.

"Tentunya kami berharap para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing dengan segera. Kami (BMKG) siap untuk bekerjasama dengan tim dari BNPB dan satgas untuk bersama-sama memberikan sosialisasi kepada masyarakat," tutupnya.

Baca juga:
BMKG Pasang Perangkat Informasi di Seluruh Posko di Mamuju
Antisipasi Penjarahan, Polisi Jaga Kegiatan Jual Beli Masyarakat di Sulbar
Potret Bayi Berusia Sehari Bertahan di Tenda Pengungsian Gempa Mamuju
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa Sulbar Bertambah Jadi 89 Orang
Polda Jatim Kirim 25 Ribu Paket Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar
Cegah Penjarahan, Toko Sembako dan SPBU di Mamuju Dijaga Polisi


(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.