LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BMKG imbau masyarakat Banyuwangi waspada cuaca buruk

Tekanan udara di Barat Laut Australia mengalami low pressure. Akibatnya, selama beberapa hari terakhir ini, cuaca di Banyuwangi, Jawa Timur memburuk. Masyarakatpun diimbau untuk tetap waspada, khususnya di kawasan peta rawan bencana.

2017-02-13 23:29:00
Banyuwangi
Advertisement

Tekanan udara di Barat Laut Australia mengalami low pressure. Akibatnya, selama beberapa hari terakhir ini, cuaca di Banyuwangi, Jawa Timur memburuk. Masyarakatpun diimbau untuk tetap waspada, khususnya di kawasan peta rawan bencana.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Banyuwangi, Beni Gumintar, kondisi cuaca buruk di Bumi Blambangan selama lima hari terakhir ini karena anomali cuaca di Barat Laut Australia. Kemudian, membawa angin dan awan hujan konvektif (hujan deras) yang melewati Bali, Banyuwangi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karena tekanan udaranya yang rendah, menyebabkan intensitas curah hujan di Banyuwangi sangat tinggi, yaitu mencapai 124 milimeter. Padahal kondisi normal, intensitas hujan ini di bawah 50 milimeter per hari.

"Depresi atau pusaran tekanan rendah ini berpengaruh pada sekitarnya. Sehingga berdampak pada hujan dengan intensitas yang sangat tinggi di Banyuwangi. Bahkan melebihi rata-rata, hingga mencapai 124 milimeter perhari," terang Beni Gumintar, Senin (13/2).

Selain itu, di bulan Februari sendiri, sedang memasuki musim penghujan. Dengan curah hujan tinggi, tentu bisa berdampak macam-macam bagi daerah.

"Bisa banjir atau rumah roboh. Tergantung kondisinya," ucapnya.

Tekanan udara rendah ini, lanjut Beni, akan mulai berkurang antara tiga hingga empat hari puncak tekanan. Di Banyuwangi sendiri, masih kata dia, puncak tekanan terjadinya anomali cuaca itu pada Rabu lalu (9/2). Saat itu intensitas hujan mencapai 124 milimeter per hari.

"Hari ini sudah memasuki hari kelima. Menurut pantauan kami, cuaca di Banyuwangi sudah mulai normal. Dari curah 124 milimeter, kini turun di kisaran 22 sampai 25 milimeter," jelas Beni.

Meski pengaruh tekanan udara di Banyuwangi sudah mulai berkurang, BMKG tetap mengimbau masyarakat waspada. Karena tidak menutup kemungkinan, tekanan udara akan datang lagi.

"Bagaimana bisa tahu datangnya tekanan kembali? Masyarakat waspada saja. Jika turun hujan yang cukup lebat selama sehari penuh atau semalam penuh. Hindari berada di lokasi yang rawan bencana,” kata dia.

Beni juga mengingatkan para nelayan di Banyuwangi untuk ikut waspada. Sebab, anomali cuaca ini juga berpengaruh pada naiknya ketinggian gelombang di perairan selatan Pulau Jawa hingga mencapai 4 meter.

"Karena itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di laut, juga memperhatikan jika ada tanda-tanda anomali cuaca yang buruk," tandas Beni.

Baca juga:
Penampakan bendungan tertinggi di AS hampir jebol
Begini kondisi AS saat dilanda badai salju parah
48 Rumah di Banyuasin dihantam puting beliung, belasan warga terluka
Cuaca ekstrem, 2 Nelayan hilang di laut & rumah warga hancur
BMKG Bali imbau pelabuhan ditutup sementara karena gelombang tinggi
Sungai meluap, aktivitas belajar di SD Tuakau lumpuh total
Sudah dua pekan nelayan di DIY tak melaut karena cuaca buruk

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.