BMKG: Hujan Lebat Jabodetabek Masih Berpotensi Terjadi Hingga Sepekan ke Depan
Meski sudah diprediksi oleh BMKG terkait cuaca selama tujuh hari ke depan. Namun, sewaktu-waktu cuaca bisa dapat berubah.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, potensi hujan lebat awal tahun di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (JaBoDeTaBek) masih akan berlangsung. Hujan diprakirakan bakal mengguyur wilayah tersebut hingga tujuh hari ke depan.
"Potensi hujan lebat 2-7 Januari di Jabodetabek," kata Dwikorita, Jakarta, Kamis (2/12).
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir waspada terhadap potensi banjir dan longsor serta angin kencang.
"Prakiraan cuaca yang terjadi di Jabodetabek rata-rata diawali pada pagi hari berawan, siang hingga malam hujan," ujarnya.
Meski sudah diprediksi oleh BMKG terkait cuaca selama tujuh hari ke depan. Namun, sewaktu-waktu cuaca bisa dapat berubah.
"Cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca," pungkasnya.
Cuaca Ekstrem Masih Berulang Hingga Pertengahan Februari
Menurutnya aliran udara basah dari Timur Afrika diperkirakan menuju wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada tanggal 10-15 Januari.
Selanjutnya, pergerakan aliran udara basah juga masih akan berlanjut pada Januari akhir hingga pertengahan Februari 2020.
"Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020, ungkap Dwikorita.
Adapun sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi.
(mdk/ded)