BMKG: Gempa Cilacap Karena Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia
Titik gempa bumi atau episenter terletak pada koordinat 8,58 LS dan 108,88 BT atau tepatnya di laut pada jarak 95 kilometer (km) selatan Kota Cilacap, pada kedalaman 61 km. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi itu.
Wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 pada pukul 13.47 Wib. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan terjadi deformasi batuan dan mekanisme pergerakan kombinasi mendatar turu (oblique normal).
"Jadi gempa bumi ini disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Guncangan tidak hanya dirasakan di Cilacap. Warga yang berada di Bantul, Yogyakarta, Pacitan, Jawa Timur, dan Pangandaran, Jawa Barat juga sangat terasa," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie saat dikonformasi, Sabtu (29/6).
Titik gempa bumi atau episenter terletak pada koordinat 8,58 LS dan 108,88 BT atau tepatnya di laut pada jarak 95 kilometer (km) selatan Kota Cilacap, pada kedalaman 61 km. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi itu.
"Sampai saat ini belum ada laporan warga yang mengalami kerusakan. Gempa bumi juga tidak berpotensi menyebabkan tsunami,” ujarnya.
Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. "Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutup Setyoajie Prayoedhie.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Cilacap, Warga Rasakan Getaran Sangat Kuat
Catatan BMKG, Gempa Magnitudo Besar yang Pernah Guncang Wilayah Papua dan Maluku
Penjelasan BMKG Soal Gempa M 7,4 di Maluku Getaran Terasa Hingga Papua
BMKG: Total 27 Gempa Susulan Di Memberamo Raya Papua
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Maluku Tenggara Barat, Getaran Hingga Bali dan Papua
Gempa 5,2 SR Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Sampai Tasikmalaya
Gempa 6,5 SR Guncang Selandia Baru