BMKG: Gempa Blitar M 5,9 Akibat Patahan Batuan Menukik di Lepas Pantai Selatan Jatim
Daryono meyakini, gempa terjadi bukanlah gempa megathrust. Sebab, pusatnya berada di kedalaman menengah di bawah cukup jauh bidang kontak kuncian antar lempeng.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono merilis sejumlah fakta, dari bencana alam gempa di Jawa Timur semalam, pukul 19.09 Wib. Diketahui, gempa tersebut memiliki episenter di di laut pada jarak 57 kilometer arah tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada kedalaman hiposenter 110 kilometer dengan magnitudo 5,9.
"Gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan batuan di Zona Benioff, yaitu bagian slab lempeng samudra (Indo-Australia) yang sudah tersubduksi dan menukik di bawah lepas pantai selatan Jawa Timur," kata Daryono melalui pesan singkat diterima, Sabtu (22/5).
Daryono meyakini, gempa terjadi bukanlah gempa megathrust. Sebab, pusatnya berada di kedalaman menengah di bawah cukup jauh bidang kontak kuncian antar lempeng.
"Gempa ini memiliki mekanisme sumber yang merupakan kombinasi antara sesar geser dan sesar naik yang dominan atau disebut oblique thrust fault," jelas dia.
Daryono menambahkan, sebab hiposenternya berada di kedalaman menengah maka gempa ini memiliki spektrum guncangan dalam wilayah yang luas hingga Lombok di timur dan Cilacap di barat.
"Oleh karenanya, guncangan gempa ini dirasakan di sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam skala intensitas IV-V MMI," ungkap dia.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Aktivitas Gempa Meningkat, Ini Kata BMKG Soal Potensi Tsunami di Pesisir Selatan Jawa
Aktivitas Gempa Meningkat, Ini Kata BMKG Soal Potensi Tsunami di Pesisir Selatan Jawa
Gempa Blitar Rusak Rumah Hingga Fasilitas Umum di 8 Kabupaten/Kota Jatim
Gempa di Blitar Disebabkan Tumbukan Lempeng Indo-Australia
BMKG Catat Peningkatan Aktivitas Gempa di Selatan Jawa Timur
Gempa Blitar Rusak 30 Rumah Warga di Kabupaten Malang