LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BMKG: Gempa Ambon Magnitudo 6,5 Diduga Terkait Susunan Tektonik Kompleks

Gempa mengguncang Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9) dan menelan 30 korban jiwa serta menyebabkan ratusan lainnya luka-luka, menurut data terakhir yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

2019-09-29 21:31:00
Gempa Ambon
Advertisement

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono ungkap gempa berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang Ambon, Kairatu, Haruku, dan Masohi, Provinsi Maluku, diduga berkaitan dengan susunan tektonik kompleks di daerah tersebut.

"Kawasan ini memang memiliki tatanan tektonik yang kompleks. Ada beberapa unsur tektonik di wilayah ini, yaitu Sesar Sorong, Sesar Buru, Sesar Tarera Aiduna, dan Seram Through," ungkap dia di Jakarta, Minggu (29/9).

Kemungkinan besar, ujarnya, pembangkit gempa di Ambon, Kairatu, Haruku, dan Masohi berkaitan dengan aktifnya salah satu struktur sesar di wilayah tersebut.

Advertisement

Daryono merujuk kepada karya tulis ilmiah 'Tectonic evolution of North Seram Basin, Indonesia, and its control over hydrocarbon accumulation conditions' karya Zhugang dkk (2016) sebagai petunjuk sumber pembangkit gempa di Maluku tersebut.

Dia menjelaskan dalam karya tulis tersebut disebut 'Kawa Strike-Slip Fault Belt' atau Jalur Sesar Mendatar Kawa yang diduga memiliki kaitan dengan gempa yang terjadi pada 26 September itu, karena episenter gempa utama terletak tepat di jalur sesar itu.

Mekanisme sesar itu, ujarnya, sesar geser mengiri atau 'sinistral strike-slip' yang terbentuk karena adanya perubahan dari gaya tekan ke gaya geser (strike-slip) akibat pergerakan dari sistem 'Tarera Aiduna Strike-Slip Fault Belt' atau Jalur Sesar Tarera-Aiduna di sebelah timur yang menerus ke Papua.

Advertisement

"Mekanisme sesar ini ternyata sesuai dengan mekanisme sumber gempa utama hasil analisis BMKG yang juga berupa sesar geser mengiri (sinistral strike-slip)," tegas Daryono.

Gempa mengguncang Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9) dan menelan 30 korban jiwa serta menyebabkan ratusan lainnya luka-luka, menurut data terakhir yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hingga Minggu, pukul 10.00 WIB, BMKG mencatat terjadi 613 kali aktivitas gempa susulan dengan 72 di antaranya dirasakan masyarakat.

Baca juga:
Wali Kota Ambon Tetapkan 14 Hari Status Tanggap Darurat Pascagempa M 6,5
Identitas 30 Korban Meninggal Akibat Gempa Maluku
Pengungsi Gempa Ambon Mulai Terserang ISPA dan Hipertensi
Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa di Ambon
Jokowi Berduka Cita untuk 23 Korban Gempa Ambon, Instruksikan Bantuan Dikirim
235 Gempa Susulan Guncang Ambon Hingga Pagi Ini

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.