LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BMKG: Angin Kencang Berpotensi Terjadi Sampai April, Minta Masyarakat Waspada

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjelaskan penyebab terjadi angin kencang di wilayahnya Jabodetabek pada Sabtu (5/3) kemarin. Menurut BMKG, angin kencang itu dipicu oleh sistem awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus yang bergerak dari wilayah Barat Banten ke arah Timur menuju Jabodetabek.

2022-03-06 11:24:04
Angin
Advertisement

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menjelaskan penyebab terjadi angin kencang di wilayahnya Jabodetabek pada Sabtu (5/3) kemarin. Menurut BMKG, angin kencang itu dipicu oleh sistem awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus yang bergerak dari wilayah Barat Banten ke arah Timur menuju Jabodetabek.

"Berdasarkan pantauan citra radar dan citra satelit, kejadian angin kencang di wilayah Jabodetabek tersebut dipicu oleh sistem awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus (Cb) yang bergerak dari wilayah barat Banten ke arah timur menuju wilayah Jabodetabek dengan dimensi sistem awan yang memanjang dari utara ke selatan," Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin kepada merdeka.com, Minggu (6/3).

Selain menimbulkan embusan angin cukup kencang, keberadaan sistem awan konvektif yang bergerak dari arah barat tersebut juga menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek.

Advertisement

"Dengan durasi yang beragam ringan hingga lebat dalam durasi singkat seperti yang terlihat dari citra radar cuaca," terangnya.

Dia mengimbau, hingga April mendatang kewaspadaan untuk kejadian angin kencang dan hujan lebat durasi singkat harus diwaspadai. Termasuk juga puting beliung dan hujan es.

"Karena hingga April mendatang sebagian besar wilayah Indonesia terutama di wilayah selatan ekuator mulai memasuki periode peralihan musim dari penghujan ke kemarau atau dikenal dengan pancaroba," jelas Miming.

Advertisement

Baca juga:
Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Jatim-NTT Akibat Eks Siklon Tropis Anika
BMKG Temukan Patahan Baru Usai Gempa di Pasaman Barat
Prediksi BMKG: Cuaca di 34 Kota Besar Hujan dan Berawan Hari Ini
Usai Gempa M 6,1 di Pasaman Barat, BMKG Survei Kerentanan Tanah
Kepala BMKG Bantah Akan Ada Gempa Besar Magnitudo 7,5 di Pasaman Barat
BMKG Deteksi 16 Titik Panas di 5 Kabupaten Kaltim

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.