LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Blusukan ke Desa, Dokter di Banjarnegara Temukan Orang Gangguan Jiwa Dikerangkeng

Satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Banjarnegara didapati dalam kondisi memprihatinkan. Dia dikerangkeng atau terkurung di dalam ruang sempit berpagar bambu.

2020-04-12 01:08:00
Gangguan Jiwa
Advertisement

Satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Banjarnegara didapati dalam kondisi memprihatinkan. Dia dikerangkeng atau terkurung di dalam ruang sempit berpagar bambu.

ODGJ tersebut berinisial BM, didapati oleh dokter spesialis jiwa, Seno Bayu Aji yang merupakan dokter Kesehatan Jiwa dari Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Pada Jumat (10/4), dr Seno melakukan pelayanan jemput bola atau blusukan ke sejumlah desa karena ada ketakutan warga mendatangi rumah sakit akibat pandemi Corona Virus atau Covid-19.

Saat mendatangi Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Seno mendapati kondisi memprihantikan yang dialami oleh BM. Dia menempati ruangan antara kamar mandi dan dapur rumah milik anaknya, Nur Hasanah (27). Ia dikerangkeng, menggunakan pagar bilah-bilah bambu. Ruangan itu seluas 1,5 meter kali dua meter.

Advertisement

Alas berupa tanah. Di dalamnya hanya ada bangku memanjang untuk ia duduk dan berbaring. Kesehariannya tak mau menggunakan baju, dan berbicara meracau. Namun ia masih bisa berinteraksi dengan orang lain.

"Pasien yang kita temui bervariasi, ada yang ringan, sedang dan berat. Khusus di Kincang yang di ruangan kecil itu, termasuknya gangguan berat, tapi kita bersama tim medis puskesmas dan keluarganya melakukan upaya, baik pemberian obat secara oral, dan ke depan kita usahakan obat injeksi," kata Seno.

Nur Hasanah, putri BM bercerita sewaktu dia masih kecil setahu dia ibunya berperilaku normal. Namun saat BM kerja di Jakarta, keluarga sempat putus komunikasi. Ibunya tahu-tahu sudah dirawat di panti sosial di Pekalongan.

Advertisement

Dia dan keluarga sudah berupaya untuk melakukan pengobatan. Namun masih belum banyak berarti. Dia berharap ke depan kondisi mental ibunya dapat membaik. Salah satunya dengan datangnya dokter kesehatan jiwa ke rumahnya.

"Saya berharap ada kesembuhan bagi ibu saya. Saya juga berusaha agar ibu mau mengkonsumsi obat yang diberikan dokter," harapnya.

Yuli Puriwati, Petugas Program Jiwa Puskesmas Rakit 2 mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, mulai pemberian gizi, obat, serta injeksi. ia mengatakan, BM sebelumnya sudah masuk program perawatan. Namun, perawatan terkendala keterbatasan fasilitas.

"Karena semakin banyak pasien, ada 53 pasien yang kita tangani," kata Yuli.

Tindakan blusukan yang dilakukan Seno, sebab ia mendapati situasi pandemi corona virus membuat masyarakat takut untuk datang ke rumah sakit. Ia pun mengambil keputusan jemput bola, ditemani perawat, apoteker, dan tenaga lainnya. Dia mengedukasi agar pasien gangguan jiwa tetap konsumsi obat. Sedang tim melakukan pemeriksaan secara langsung termasuk memberikan obat yang dibutuhkan pasien, serta mengevaluasi hasil-hasil pemeriksaan sebelumnya.

"Kami justru khawatir dengan adanya wabah corona, pasien ini berhenti konsumsi obatnya. Pasalnya konsumsi obat bagi pasien gangguan jiwa ini tidak boleh terputus. Dalam kondisi apapun mereka harus konsumsi obat dengan teratur," katanya.

Baca juga:
6 Tahun Dipasung, SPG asal Banyumas ini Akhirnya Dibebaskan Petugas Medis
Idap Gangguan Jiwa Berat, Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Divonis Bebas
Ahli Kesehatan: Mental Trump Berbahaya dan Tidak Normal
VIDEO: Melihat Fasilitas Wisma Pasien Gangguan Jiwa di RSJ Grogol
Depresi, Pria di Malang Potong Tangannya Gunakan Golok

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.