LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BKKBN sebut jumlah penduduk di Sumatera dan Kalimantan meningkat

Usai reformasi, program Keluarga Berencana (KB) sempat dilupakan. Dampaknya, pertumbuhan penduduk berkembang signifikan dan sulit dikendalikan. Oleh karenanya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merasa perlu program KB ini digelorakan kembali.

2017-08-07 02:00:00
Keluarga Berencana
Advertisement

Usai reformasi, program Keluarga Berencana (KB) sempat dilupakan. Dampaknya, pertumbuhan penduduk berkembang signifikan dan sulit dikendalikan. Oleh karenanya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merasa perlu program KB ini digelorakan kembali. Tujuannya adalah menghasilkan generasi berkualitas dan berkarakter sesuai cita-cita Bangsa.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty mengatakan, untuk menyukseskan program KB diperlukan kerja sama semua pihak, baik pusat dan daerah.

"Kami mengajak seluruh komponen masyarakat dari pusat sampai daerah dan juga tokoh-tokoh agama, pesantren untuk menyampaikan pesan-pesan keluarga berencana dengan ditopang oleh pesan-pesan agama," kata Surya Chandra Surapaty saat acara Halal Bihalal, Temu Alumni, Bedah Buku, di Pesantren Al-Hikam Depok, Minggu (6/8).

Dia mengingatkan pentingnya program ini digelorakan kembali. Karena kalau tidak maka angka laju pertambahan penduduk akan meningkat, dan bisa juga angka kematian ibu melahirkan meningkat.

"Jumlah penduduk yang meningkat selain wilayah timur tetapi juga di daerah Sumatera, dan juga Kalimantan," ujarnya mengingatkan.

Dikatakan, di beberapa wilayah masih ada yang meragukan program ini. Karena dianggap wilayah tersebut memerlukan banyak penduduk untuk mengolah lahan yang luas. Namun Surya mengingatkan bahwa untuk mengelola lahan itu diperlukan manusia yang sehat, berkualitas dan berkarakter.

"Ini pemikiran yang salah karena seharusnya tanah yang luas itu digarap dengan mesin dan teknologi, jadi yang dibutuhkan manusia yang berkualitas dan karakakter. Bukan dengan otot dan kerbau tak bisa garap tanah yang luas," ucapnya.

Surya menjelaskan manusia yang berkualitas punya otak dan karakter itu tumbuh di dalam keluarga yang jadi wahana utama dalam mendidik anak. Dia pun kerap mengingatkan menjadi keluarga yang berketahanan, berkualitas yang berarti keluarga yang menjalankan delapan fungsi keluarga secara optimal.

"Jika manusia tidak berkarakter dan tak punya integritas, etos kerja yang rendah dan tak bergotong royong sulit untuk bersaing," katanya.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.