Bibit Samad Rianto minta KPK dan Polri akur
Jika tidak terjalin komunikasi yang baik maka hubungan KPK dengan Polri akan semakin memburuk.
Hubungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri terus mengalami pasang surut. Sebab, Polri kembali menarik personelnya yang bertugas sebagai penyidik di KPK.
Menanggapi hal itu, mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto meminta kedua lembaga hukum itu tak berseteru. Penarikan penyidik dari KPK, menurutnya, juga terjadi saat ia masih menjabat sebagai pimpinan KPK. Namun, hal itu bisa diselesaikan dengan cara baik-baik.
"Itu macam-macam, ada yang mau ditarik akhirnya enggak jadi, kita koordinasikan baik-baik. Tentunya kita juga harus memperhatikan instansi asal," ujar Bibit saat ditemui di Gedung Purna Wira, Jalan Darmawangsa III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/12).
Menurutnya, jika tidak terjalin komunikasi yang baik maka hubungan KPK dengan Polri akan semakin memburuk.
"Itu masalah teknis saja, rundingkan baik-baik antara Polri dan KPK. Dari awal koruptor berusaha melemahkan pemberantasan korupsi," ucapnya lagi.
Meski begitu, Bibit juga menilai persoalan penyidik bukan yang utama di KPK. Sebab, tugas penyidik biasanya hanya pemberkasan, justru tugas penyelidik yang berat.
"Yang berat itu kan penyelidikan harus menemukan dua alat bukti," imbuhnya.(mdk/dan)