LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Biayai 5 proyek di Jateng, Denmark kucurkan hibah Rp 191,4 miliar

Dalam kerja sama lima proyek ini segala sesuatunya pihak Pemprov Jateng yang mengendalikan.

2016-09-14 22:02:00
Semarang
Advertisement

Pemerintah Negara Denmark memberikan hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) senilai Rp 191,4 Miliar. Bantuan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai melainkan berupa pendanaan pembangunan proyek percontohan pengembangan infrastruktur sarana bidang energi ramah lingkungan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, proyek bantuan dimulai dari tahun 2016 ini hingga tahun 2018 mendatang.

“Saya senang dan Denmark mau bantu dan saya frame, mereka berbicara dan mau semua berbau ramah lingkungan. Tapi pekerjaannya berakhir di tahun 2018. Dananya murni hibah, khususnya ke Pemkab dan Pemkot yah. Kita hanya mengoordinasikan. Yah teman-teman Pemkab dan Pemkot harus lebih aktif untuk itu,” tegas Ganjar di ruang kerja, Semarang, Rabu (14/9).

Dalam pemberian dana hibah ini, Ganjar didatangi Menteri Muda Denmark Bidang Kebijakan Luar Negeri Lone Denkwr Wisborg. Hadir pula Penasihat Senior, Pimpinan Tim Asia Selatan dan Tenggara dan Oseania Ms Mette Strand Gjerief. Kemudian dari Kedutaan Besar Demark untuk Indonesia dari Jakarta, yaitu Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini dan ASEAN Mr Casper Kiynge, Konselor untuk Pembangunan dan Perdagangan Mr Jacob Stensdal Hansen dan Penasihat Politik Mr Alexander Skommer Larsen.

Ganjar membeberkan, ada lima proyek akan direalisasikan berbasis energi dan lingkungan. Proyek itu mengedepankan upaya peningkatan pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

Kelima proyek tersebut adalah proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan sistem off-Grid di Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah dengan nilai DKK 9.350.000 yang akan menjadikan kemampuan menghasilkan energy listrik untuk Karimunjawa dalam waktu 24 jam. Proyek pengumpulan dan pembakaran gas metana dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang untuk pembangkit listrik berdaya 1,3 MW dengan hibah DKK 24.750.000. Jaringan listrik sampah disalurkan ke jaringan PLN.

Di Kabupaten Cilacap mendapat hibah DKK 34,800.000 intuk pengolahan sampah di TPA Tritih Lor untuk digunakan lagi sebagai bahan bakar. Kabupaten Tegal mendapat hibah DKK 13.500.000 untuk proyek pemindahan 25.000 ton limbah beracun hasil peleburan logam dari Desa Pasarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Lalu, di Kabupaten Klaten mendapat DKK 5.300 untuk penanganan limbah cair dan padat dari industri pati onggok di Desa Daleman dan Desa Pucang Miliran, Kecamatan Tulung,Kabupaten Cilacap.

“Untuk lima proyek ini akan berjalan paralel tapi yang sekarang sudah jalan adalah proyek di Jatibarang, Semarang ini yang sudah siap dan jalan. Kalau yang Kebumen dan Cilacap juga sudah jalan. Tetapi, dia mau lihat yang ada di sini (proyek gas metana TPA Jatibarang, Kota Semarang). Langsung operasi. Sebenarnya dia hanya membangunkan selebih dan selanjutnya aka nada transfer teknologi diserahkan kepada kita dan kita mengelola. Maksud saya kita mereplikasi ke tempat-tempat lain sehingga sampah-sampah menjadi lebih baik,” bebernya.

Ganjar mengungkapkan, dalam kerja sama lima proyek ini segala sesuatunya pihak Pemprov Jateng yang mengendalikan. Serta tidak ada kompensasi atau janji balas budi yang akan diberikan ke Pemerintah Negara Denmark. Pemprov Jateng sendiri mengaku sangat selektif menerima bantuan, terutama donor yang bisa mewujudkan energi yang bersih dan ramah lingkungan ini.

“Saya kemarin baca research internasional karena 50 tahun lagi kita tidak mengelola sampah, jumlah ikan di laut dan jumlah sampah akan lebih banyak jumlah sampah. Jadi kalau kita bicara ke depan, mulai hari ini Jawa Tengah harus memulai dengan Green Energi. Maka segala teknologi kita upayakan dan segala bantuan-bantuan kita seleksi dan kita kelola. Semua harus ada dikendali kita. Kita tidak diatur melainkan mengatur. Kita tinggal order saja. Saya mau ini, saya mau ini. Maka Bu Menteri tadi menyampaikan apa yang anda butuhkan,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Menteri Muda Denmark Bidang Kebijakan dan Luar Negeri Ms Lone Dencker Wesborg menyatakan sangat senang dan mengapresiasi Ganjar Pranowo setelah melakukan pembicaraan kerja sama tersebut.

"Saya sangat senang dan sangat mengapresiasi setelah bertemu dan melakukan perbincangan yang mendalam dengan Gubernur Jawa Tengah terkait kunjungan kami untuk melihat dan memauntau secara langsung progres lima proyek dalam bidang pengembangan energy ramah lingkungan di Propinsi Jawa Tengah ini,” terangnya.

Ms Lone Dencker Wesborg juga menyatakan siap meneruskan kerjasama dengan Pemerintah Jawa Tengah utamanya dengan rencana lanjutan dengan format yang lain. Bahkan, pihaknya menyatakan ke Ganjar untuk bertandang ke Pemerintah Negara Denmark guna melakukan kerjasama bisnis yang lain atau Bisnis to Bisnis (B to B). “Kiat siap mencari format kerjasama baru ke depan baik busines to busines (B to B) atau kerjasama bidang lain," pungkas Lone Dencker.(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.