Bertemu Raja Salman, MPR Minta Tambahan Kuota Haji
Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani meminta tambahan kuota haji jemaah Indonesia sebesar satu persen.
Pimpinan MPR bertemu dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Kompleks Kerajaan Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani meminta tambahan kuota haji jemaah Indonesia sebesar satu persen.
"Alhamdulillah permintaan kami diterima dengan baik, pihak kerajaan mempertimbangkan permintaan tersebut," ungkap Ahmad Muzani dalam siaran tertulis pada Selasa (24/12).
Muzani menyebut, Salman bin Abdulaziz Al-Saud atau akrab disapa Raja Salman berjanji akan meningkatkan pelayanan haji dan umroh. Peningkatan pelayanan khususnya akan diberikan kepada jemaah haji Indonesia.
"Kerajaan Saudi Arabia berjanji akan meningkatkan pelayanan haji dan umroh kepada warga negara Indonesia yang melaksanakan haji dan umroh. Tentunya ini sangat baik," ungkapnya.
Dia berharap kerja sama ini bisa mengurangi sedikit masalah untuk masyarakat Indonesia. Khususnya umat muslim.
"Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin sangat intim ini dapat mengurangi masa tunggu jemaah haji, minimal sepuluh tahun nantinya," tegas Muzani.
Pernyataan ini diamani oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Menurut Bamsoet, besarnya antusias muslim Indonesia menyebabkan masa tunggu berangkat haji bisa sampai 20 tahun lebih.
"Alhamdulillah Raja Salman sebagai pelayan dua kota suci mengatakan akan upayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi," ujar Bamsoet.
Dia berharap kerja sama ini bisa mengurangi sedikit masalah untuk masyarakat Indonesia. Khususnya umat muslim.
"Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin sangat intim ini dapat mengurangi masa tunggu jemaah haji, minimal sepuluh tahun nantinya," tegas Muzani.
Pernyataan ini diamini oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet. Menurut Bamsoet, besarnya antusias muslim Indonesia menyebabkan masa tunggu berangkat haji bisa sampai 20 tahun lebih.
"Alhamdulillah Raja Salman sebagai pelayan dua kota suci mengatakan akan upayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi," ujar Bamsoet.
(mdk/ded)