LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bertemu Kiai di Madura, Prabowo Diberi Baju Sakera

Dalam safari politiknya selama di Madura, Jawa Timur, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura di Kabupaten Sampang.

2019-02-26 23:56:50
Capres Prabowo
Advertisement

Dalam safari politiknya selama di Madura, Jawa Timur, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Haul Akbar Masyayikh dan Habaib se-Madura di Kabupaten Sampang.

Namun sebelum berangkat ke acara haul akbar, Prabowo diundang ke kediaman panitia haul tersebut yakni KH Abdul Khodir Muhammad Imam. Di sana, Prabowo bersilaturahmi dan berbincang santai dengan para habaib dan alim ulama se-Madura.

Mantan Danjen Kopassus itu pun diberikan kenang-kenangan oleh Kiai Khodir berupa baju sakera khas Madura. Prabowo diminta untuk mengenakan pakaian bermotif garis merah putih berompi hitam itu sebagai sebuah kehormatan bagi masyarakat Madura.

Advertisement

Berita terbaru Prabowo Subianto selengkapnya di Liputan6.com

Tak segan, Prabowo langsung menerima kenang-kenangan itu dan memakai baju seorang kesatria Madura tersebut.

"Wah pas bajunya kiai, jadi tambah gagah saya pakai baju ini," ungkap Prabowo di hadapan para kiai dan habaib yang ada di Kediaman KH Abdul Khodir Muhammad Imam di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (26/2).

Advertisement

Di kesempatan sama, Kiai Khodir menjelaskan bahwa baju yang dikenakan Prabowo serta para kesatria Madura itu adalah pakaian khas masyarakat Madura saat melawan penjajahan Belanda. Rata-rata, para pejuang di Madura mengenakan pakaian itu guna mempertahankan kedaulatan NKRI serta berjuang mengusir penjajahan Belanda.

"Baju kebanggaan Madura yang diberi nama baju sakera. Dulu waktu penjajahan Belanda orang orang madura memperjuangkan untuk menjaga keutuhan NKRI dan rata-rata semuanya berpakaian khas tersebut," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Gunung Sari, Badung, Pamekasan tersebut.

Baca juga:
Alfito Deanova dan Putri Ayu Digadang Jadi Moderator Debat Ketiga Pilpres 2019
Rekam Jejak Wesley Clark, Jenderal NATO yang Temui Prabowo
BPN Sesalkan Program PKH Diklaim Sebagai Prestasi Jokowi
Sebut Dana Desa Ada Saat Era Jokowi, Mendagri Dilaporkan ke Bawaslu
Mantan Jenderal TNI Saling Tuding Soal Kerusuhan 1998
Di Yogya, Prabowo Dijadwalkan Hadiri Deklarasi Purnawirawan dan Ziarah

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.