Bertemu JK, Menteri Amran bersyukur La Nina datang lebih awal
Menurut Menteri Amran, bulan Desember sampai Februari akan mengalami paceklik panen karena musim kemarau atau kekeringan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, siang ini. Dalam pertemuan ini, Wapres Jusuf Kalla mempertanyakan soal komoditas hasil pertanian.
"Tadi beliau (JK) tanya banyak soal pertanian. Pertama soal komoditas soalnya padi, jagung, kedelai, dan komoditas ekspor seperti kakao, karet, dan sawit. Karet, karena harga turun, replanting solusinya. Karena tujuh tahun, petani kami beri tanah integrasi karet dan jagung sebelum karet berproduksi. Ternyata menguntungkan, 3 juta per hektar. Harga karet juga bisa naik," kata Amran di Kantor Wapres, Jumat (24/6).
Selain itu, Wapres Jusuf Kalla juga menanyakan perkembangan pangan. Menurutnya, bahwa petani bisa panen karena La Nina. Padahal bulan itu sedang musim kemarau dan lahan pertanian sedang kekeringan.
"Kami sampaikan bahwa kami bersyukur ada La Nina. Datangnya mulai terasa, Juli, Agustus, September yang aslinya bulan kering. Kami ubah strategi penanaman, jadi percepatan tanam karena hujan bersambung. Luas tanaman juga ditambah," kata dia.
Dia menambahkan, bulan Desember sampai Februari akan mengalami paceklik panen karena musim kemarau atau kekeringan. Namun hal itu tak terjadi karena La Nina.
"Biasanya paceklik Desember-Februari. Karena luas tanam di Juli-September itu biasanya rendah dan sekarang tinggi, maka paceklik itu jadi enggak datang. Kalau La Nina datangnya Oktober, itu jadi musibah," kata dia.
Baca juga:
Tahun ini, Kementan datangkan 1000 mesin pertanian modern
Puncak musim hujan diprediksi Desember 2016 hingga Januari 2017
Mentan panen jagung pakai mesin traktor karya anak bangsa
Mentan Amran beri Rp 100 juta untuk 10 pembuat alat pertanian
Marak bencana alam di RI akibat pengalihan cuaca El Nino ke La Nina
Dahsyatnya terjangan tornado tewaskan 51 orang di China