Bertemu Dubes Saudi, kepala BNPT cerita soal program deradikalisasi
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia, Osama Muhamad Alshoiby menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius. Dalam pertemuan dibahas soal program deradikalisasi.
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia, Osama Muhamad Alshoiby menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius. Dalam pertemuan dibahas soal program deradikalisasi.
Suhardi mengatakan, BNPT dalam penanggulangan terorisme tetap mengedepankan pendekatan kultur dan budaya. Menurutnya, persoalan terorisme dan radikalisme memiliki faktor bervariasi seperti kemiskinan, pendidikan, dan pemerataan.
"BNPT merupakan miniatur seluruh lembaga pemerintahan di Indonesia di mana melibatkan banyak instansi dalam penanggulangan terorisme seperti Kemenag, Kemendiknas, Kemenristekdikti, Kemensos, dan lain-lain. Untuk menanggulangi terorisme harus mulai dari hulu sampai hilir sehingga dapat diselesaikan secara menyeluruh," katanya di Jakarta, Jumat (6/1)
Lebih lanjut Suhardi juga menjelaskan bahwa beberapa langkah progres dalam program deradikalisasi selama ini pihaknya juga melibatkan mantan-mantan komandan jihad yang sudah sadar memberikan penyadaran kepada kelompok-kelompok yang masih memiliki ideologi radikal.
"Kami jelaskan kepada Dubes Arab Saudi bahwa pelibatan mantan kombatan ini untuk memberikan pengarahan kepada komunitas yang masih berpotensi radikal. Karena ucapan mereka (mantan kombatan) ini lebih didengarkan dari pada kami yang dari pemerintahan," ujar alumni Akpol tahun 1985 ini.
Tidak hanya itu, dalam program deradikalisasi, mantan Kabareskrim Polri ini juga menjelaskan kalau pihaknya juga menyentuh keluarga-keluarga para mantan napi terorisme ini.
"Kami berusaha untuk menguraikan semua permasalahan yang ada di komunitas mereka sehingga simpul-simpul radikal ini bisa berkurang," tuturnya.
Untuk itulah, kedua belah pihak setuju meningkatkan koordinasi dalam upaya peningkatan kerjasama antara BNPT dengan pihak terkait di Arab Saudi. Pertemuan yang berlangsung sangat bersahabat juga membicarakan optimalisasi rencana kunjungan BNPT ke Arab Saudi dalam waktu dekat ini.
"Insya Allah minggu depan kami juga akan melihat ke sana (Arab Saudi) yang kami dengar sangat bagus, sehingga kami juga bisa mendapatkan poin-poin penting yang dapat kami implementasikan sebagai tambahan dalam program kami di Indonesia," tuturnya.
Alshoiby menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi salut atas kinerja BNPT dalam menanggulangi masalah terorisme yang ada di Indonesia. "Deradikalisasi yang dijalankan BNPT merupakan salah satu program yang sangat menarik dan mungkin tidak dimiliki negara lain," ujar Alshoiby
Alshoiby juga menambahkan bahwa Saudi Arabia bersedia mendukung program-program BNPT termasuk mengirim ulama-ulama yang berkompeten untuk menekan pemikiran radikalisme di kalangan pelaku terorisme.
"Kami (Arab Saudi) tentunya tidak akan ragu-ragu untuk memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia seperti untuk mengirimkan ulama-ulama dari Arab untuk memberikan pemikiran yang baik kepada para pelaku-pelaku agar mereka dapat kembali ke jalan yang baik," jelasnya.
Yang terakhir, Alshoiby juga menjelaskan bahwa yang paling menonjol yang dilakukan pemerintah Arab Saudi adalah membentuk koalisi bersama dengan negara-negara Islam dalam penanggulangan terorisme. Indonesia sendiri, menurutnya, belum ikut bergabung dalam koalisi tersebut.
"Pemerintah Saudi mengetahui persis tentang geografis terorisme baik yang ada di timur tengah atau pun di negara Afrika lainnya dan memiliki peranan penting dalam hal deradikalisasi bagi mantan-matan terorisme," ujarnya.
Terkait masalah koalisi, Suhardi mengatakan bahwa untuk melakukan kerjasama atau koalisi tersebut pihaknya akan berkoordinasi dahulu dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
"Karena ini menyangkut masalah kerja sama dengan luar negeri, dan itu juga harus sepengetahuan dari Kemenlu," tandasnya.
Pada pertemuan itu, Suhardi Alius didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Deradikalisasi Prof Irfan Idris, Kasubdit Resoshab Kolonel Cpl Sigit Karyadi dan Kasubdit Kerjasama wilayah Amerika dan Eropa Wandi Adrianto Syamsu.