LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Berteduh dari hujan, anggota Satpol PP Gowa tewas tertimpa bangunan

Anggota Satpol PP Pemkab Gowa yang tewas tertimpa reruntuhan puing-puing tribun lapangan Syekh Yusuf diketahui bernama Abdul Rahman (38). Dua rekannya sesama anggota Satpol PP mengalami luka adalah Nuhung dan Andi Budi Utama. Kini keduanya dirawat di RS Syekh Yusuf.

2017-02-03 13:01:00
Satpol PP
Advertisement

Hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Gowa, Sulsel atau sekitar 10 kilometer dari Kota Makassar, Jumat (3/2). Sejumlah pohon di pinggir jalan tumbang dan berimbas kemacetan di mana-mana.

Tribun lapangan Syech Yusuf yang berada di depan kantor Bupati Gowa, jl Mesjid Raya juga ambruk. Satu anggota Satpol PP yang tengah berteduh di tribun tersebut menjadi korban. Dia tewas tertimpa material bangunan.

"Ada tiga korban namun satu diantaranya tewas yakni seorang anggota Satpol PP bernama Rahman. Dua rekannya yang lain bernama Nuhung dan Andi Budi Utama terluka. Korban dilarikan ke RS Syech Yusuf Gowa," ujar Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib saat dikonfirmasi, Jumat (3/2).

Advertisement

Anggota Satpol PP Pemkab Gowa yang tewas tertimpa reruntuhan puing-puing tribun lapangan Syekh Yusuf diketahui bernama Abdul Rahman (38). Dua rekannya sesama anggota Satpol PP mengalami luka adalah Nuhung dan Andi Budi Utama. Keduanya kini mendapat perawatan di RS Syekh Yusuf.

Hendra, (23), salah seorang anggota Satpol PP yang lolos dari maut menceritakan, Abdul Rahman berteduh di tribun itu usai melatih baris-berbaris 30 anggota Satpol PP. Karena hujan dan angin kencang, semuanya lari berteduh ke tribun. Tapi tiba-tiba tribun ambruk.

"Saya di tribun sebelah kanan bersama beberapa teman. Kalau Pak Abdul Rahman dengan yang lainnya di sebelah kiri agak jauh dari saya. Saat tribun ambruk, kami berlarian lagi keluar menyelamatkan diri. Tapi Pak Abdul Rahman dan dua lainnya itu tidak sempat lagi dan tertimpa," tutur Hendra.

Advertisement

Di rumah duka, jl Basoi Daeng Bunga, Kabupaten Gowa, sudah dipenuhi pelayat. Putera sulung korban, Ahmad Wahyudi yang bersekolah di SMP 4 langsung kembali ke rumah setelah mendapat kabar orang tuanya meninggal dunia. Abdul Rahman adalah bapak empat anak bersama istrinya Daeng Sendang, (41). Putra bungsunya masih berusia 9 bulan, Muhammad Raihan.

Hayati, kakak korban yang ditemui di rumah duka dengan terisak mengatakan, Abdul Rahman pagi-pagi pukul 08.00 wita sudah keluar rumah untuk melatih anggota Satpol PP yang baru. Dia kaget setelah dua jam kemudian menerima informasi kalau adiknya meninggal dunia.

"Tidak ada luka di tubuh tapi wajahnya hitam karena kesetrum," kata Hayati.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.