LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bermodal ancaman, siswa SMP di Palembang sodomi 5 anak SD

Peristiwa sodomi itu sendiri terjadi sejak tahun 2013 lalu, namun korbannya baru mengadu kepada orangtuanya.

2014-05-20 07:02:00
Pelecehan seksual
Advertisement

Kasus sodomi seolah sudah mewabah di seluruh wilayah Indonesia. Sejak kasus sodomi yang dilakukan oleh Emon di Sukabumi mencuat, satu persatu kasus serupa terus bermunculan di tengah masyarakat.

Kasus sodomi teranyar muncul di Palembang Sumatera Selatan. Seorang pelajar SMP di kota Pempek itu dilaporkan ke polisi karena dituding telah menyodomi 5 siswa SD.

Peristiwa sodomi itu sendiri terjadi sejak tahun 2013 lalu. Namun korbannya baru mengadu kepada orangtuanya belakangan ini.

Bagaimana kasus tersebut terjadi? Berikut empat fakta kasus sodomi yang terjadi di Palembang tersebut:

Pelaku mengancam korban

AN (14) pelajar SMP di Palembang dilaporkan ke polisi karena mencabuli lima murid SD. AN dilaporkan oleh orangtua salah satu korban ke SPKT Polresta Palembang, Senin (19/5).

Menurut orangtua korban, DW (32), peristiwa tersebut terjadi pada 2013 lalu. Hal itu diketahuinya setelah mendapat laporan dari warga. Setelah diusut, anaknya mengaku disodomi pelaku di bawah ancaman akan dipukul jika tidak diikuti kemauannya.

"Anak saya diancam dipukul jika tidak dituruti," ungkap DW.

Advertisement

1 korban sudah 20 kali disodomi

DW (32) melaporkan AN (14) ke SPKT Polresta Palembang, Senin (19/5) karena dugaan sodomi yang dilakukan kepada anaknya. Peristiwa tersebut terjadi pada 2013 lalu.

Terhitung sudah 20 kali anaknya yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu menjadi korban sodomi pelaku. Hal itu diketahuinya setelah mendapat laporan dari warga. Setelah diusut, anaknya mengaku disodomi pelaku di bawah ancaman akan dipukul jika tidak diikuti kemauannya.

Advertisement

Dari lima, baru satu korban melapor

Selain anaknya, DW (32) mengaku ada empat anak SD lainnya yang juga menjadi korban AN (14) Namun, mereka belum melapor. Mereka adalah TR (siswi kelas I SD), AR (kakak TR),? FA (siswa kelas IV SD) dan PK (siswa kelas IV SD).

"Untuk sementara saya dulu yang melapor karena orangtua mereka masih berembuk," kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol? Djoko Julianto membenarkan laporan korban yang tertera dalam LP/B-1318/V/2014/Sumsel/Resta. "Kita minta korbannya untuk visum terlebih dahulu. Setelah itu baru kita periksa terlapor," tukasnya.

Disodomi di depot kayu

Karena selalu mendapat ancaman, korban harus mengikuti nafsu bejat pelaku. Terhitung sudah 20 kali pelaku menyodomi korbannya.

"Sudah 20 kali anak saya disodomi. Pelaku selalu menunggunya usai pulang sekolah. Karena anak saya sering main ke rumah neneknya," ujar orangtua korban, DW (32).

"Dia lakukan di depot kayu milik neneknya pada 2013 lalu. Anak saya diancam dipukul jika tidak dituruti," ungkap DW.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.