LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Berhari-hari Joe Taslim masuk hutan kampanye pelestarian harimau

Joe akan menjalani hidup di tengah hutan selama beberapa hari dan jauh dari alat komunikasi.

2016-05-04 17:09:45
Harimau Sumatera
Advertisement

Joe Taslim, aktor laga Indonesia yang kini merambah Hollywood, sudah beberapa hari masuk hutan demi mengkampanyekan pelestarian harimau Sumatera dari kawasan hutan Bukit Rimbang Baling, Provinsi Riau.

"Joe Taslim sekarang sedang berada di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling, kapasitasnya sebagai duta WWF," kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar di Pekanbaru, Rabu (4/5).

Aktor yang terkenal karena perannya di Fast & Furious 6 ini dan terakhir berperan pada Star Wars: The Force Awaken ini sudah beberapa hari terakhir masuk ke dalam hutan Bukit Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Riau.

Pria yang mahir bela diri judo ini untuk sesaat akan menjalani hidup di tengah alam yang asri, jauh dari sentuhan komunikasi, karena daerah itu belum terjangkau sinyal telepon.

"Joe Taslim direkam kegiatannya di dalam hutan dan memberikan testimoni untuk pelestarian hutan di kamp WWF yang ada di sana," tutur Syamsidar kepada Antara.

Sekedar informasi, Joe Taslim sejak 2004 dipercaya oleh WWF sebagai WWF Warrior sebagai duta mengkampanyekan perlindungan harimau. Dia juga berasal dari Sumatera, tepatnya Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 173/Kpts-II/1986 dan SK Gubernur I Riau Nomor Kpts.149/V/1982, kawasan Bukit Rimbang Baling seluas 136.000 hektare ditetapkan sebagai suaka margasatwa. Para ahli ahli harimau mengkategorikan kawasan Bukit Rimbang Baling sebagai kawasan prioritas konservasi harimau.

WWF dan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHKA KLHK) telah melakukan survey populasi, serta distribusi harimau Sumatera dengan camera trap sejak tahun 2005. Ditemukan ada tujuh jenis kucing besar yaitu harimau, macan dahan, kucing emas, kucing congkok, dan kucing batu.

Meski berstatus kawasan konservasi, pelestarian dan pengelolaan kawasan itu belum maksimal. Karena masih terdapat permasalahan lingkungan, seperti penambangan, konversi hutan untuk perkebunan, dan perambahan. Padahal, kawasan itu selain sebagai daerah tangkapan air sungai Kampar, juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, seperti adanya 170 jenis burung, lima jenis kucing, mamalia lain ada tapir, beruang.

Advertisement
(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.