Berenang menyeberangi Sungai Nilo, Fernando tewas usai terseret arus
Berenang menyeberangi Sungai Nilo, Fernando tewas usai terseret arus. Debit air Sungai Nilo meningkat hingga menyebabkan banjir setinggi satu meter. Puluhan rumah terendam dan banyak warga mengungsi.
Fernando (20) warga Desa Lubuk Kembang, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau ditemukan tak bernyawa usai terseret arus air Sungai Nilo. Sebelum kejadian, Fernando menyeberangi sungai Nilo dengan cara berenang, Rabu (1/3) pagi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger mengatakan, banjir tersebut juga menyebabkan puluhan rumah warga terendam air hingga setinggi 1 meter.
"Korban terbawa arus deras Sungai Nilo hingga tenggelam bernama Fernando pagi tadi. Beberapa jam kemudian ditemukan jasad korban sudah tidak bernyawa lagi siang harinya sekitar pukul 13.00 WIB," ujar Edwar kepada merdeka.com.
Menurut Edwar, hujan deras membuat kondisi air Sungai Nilo naik. Hingga kini sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) yang diungsikan ke rumah keluarga dan desa tetanggga yang tidak mengalami banjir.
"Posko banjir dan dapur umum belum bisa didirikan, karena peralatan yang dibawa oleh tim harus memutar arah untuk ke lokasi. Namun pelayanan kesehatan sudah dilakukan terhadap korban banjir oleh bidan desa," ucap Edwar.
Dikatakan Edwar, upaya yang dilakukan dalam penanggulangan banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga itu dengan mengerahkan sejumah personel gabungan.
"Personel BPBD ada 10 orang, Tagana 10 personel, TNI ada 3 personel, polisi 10 personel, tim SAR lima orang, tim medis 4 orang, tim desa 15 orang, dan dibantu 20 orang masyarakat," ucap Edwar.
Tim gabungan itu menggunakan peralatan berupa perahu karet sebanyak 3 unit, perahu polythelin 1 unit, membawa tenda pengungsi 1 unit, mendirikan dapur umum 1 unit, menyediakan ambulans 1 unit, mobil rescue 2 unit, mobil serbaguna BPBD 1 unit dan mobil lainnya yang disediakan 2 unit.(mdk/cob)