LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Beredar video wanita marahi petugas di kereta, mengaku teman teroris

Dalam video tersebut nampak seorang wanita berkerudung dan baju hitam tengah mengamuk ke petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Ia menantang dan mengaku sebagai teman teroris kepada petugas.

2018-05-27 14:50:28
Terorisme
Advertisement

Sebuah video berdurasi sekitar 32 detik beredar di media sosial. Dalam video tersebut nampak seorang wanita berkerudung dan baju hitam tengah mengamuk ke petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Ia menantang dan mengaku sebagai teman teroris kepada petugas.

Kepala Humas PT KAI (Persero) Agus Komarudin mengakui kebenaran video tersebut. Peristiwa itu terjadi, Jumat (25/5) lalu.

"Penumpang tersebut naik kereta api Jayakarta Premium dari Purwokerto ke Pasar Senen tanggal 25 Mei lalu," ungkap Agus saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (27/5).

Advertisement

Agus menambahkan, penumpang tersebut ngamuk gara-gara wifi.

"Jadi dia kan butuh wifi, bertanya ke penumpang lain apakah ada wifi. Akhirnya dikasih tuh sama penumpang lain. Penumpang tersebut suami istri, nah yang memberi wifi si suami," jelas Agus.

Setelah satu jam pemakaian wifi, penumpang yang mengamuk tersebut hendak membayar. "Tapi ditolak. Katanya sudah ndak apa-apa ndak usah bayar."

Advertisement

Sayangnya, penolakan tersebut berujung keributan. "Si penumpang perempuan ini enggak terima ditolak gitu. Akhirnya dia marah-marah sambil menyobek uang Rp 100.000 yang buat bayar wifi itu," beber Agus.

Keributan itu memancing kedatangan petugas Polsuska. Lantaran mengganggu penumpang lain, akhir pelaku dipindahkan dari gerbong 5 ke 10. "Nah, dia enggak terima juga dipindahkan gerbong begitu, akhirnya marahi petugas," tuturnya.

"Akhirnya penumpang tersebut diturunkan di Stasiun Cirebon dan didata oleh petugas."

Namun, keesokan harinya Agus mendapatkan laporan jika pelaku berulah kembali. "Besoknya tanggal 26 Mei, pelaku naik kereta lagi dari Cirebon ke Jakarta pakai Fajar Utama Yogyakarta," tuturnya.

"Dia beli tiket, ada itu tiketnya. Tapi perilakunya seperti itu."

Di sana, ia kembali berulah. "Berulah lagi, ganggu penumpang lain lagi. Akhirnya petugas menurunkannya di Stasiun Jatinegara. Didata kembali dan dipulangkan kepada keluarganya," ungkapnya.

Agus memastikan jika perempuan tersebut mengalami gangguan kejiwaan. "Kurang normal. Sudah dikembalikan kepada keluarganya," kata Agus.

Baca juga:
Warga dilarang ngabuburit di jalur kereta api
5 Negara ini beli gerbong kereta dari Indonesia
Inilah tarif 4 kereta bandara di Indonesia
Sejumlah perjalanan KA Purwokerto-Surabaya alami keterlambatan, ini sebabnya
Kereta Bandara Sudirman Baru-Soekarno Hatta, nyaman 45 menit sampai
Kurangi kepadatan stasiun, KAI imbau calon penumpang tiba 1 jam sebelum keberangkatan

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.