Beredar video perampasan tas di lokasi mirip BSD ternyata hoax
Video perampasan tas seorang perempuan oleh pengendara motor belakangan viral di media sosial. Banyak netizen beranggapan bahwa video berdurasi 26 menit itu berlokasi di salah satu halte perumahan mewah di BSD, Tangerang Selatan.
Video perampasan tas seorang perempuan oleh pengendara motor belakangan viral di media sosial. Banyak netizen beranggapan bahwa video berdurasi 26 menit itu berlokasi di salah satu halte perumahan mewah di BSD, Tangerang Selatan.
Namun hal tersebut dibantah oleh Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto. Perwira menengah Polri ini mengatakan tak menemukan adanya tindak kriminal setelah melakukan pengecekan ke lokasi yang tampak menyerupai wilayahnya di video tersebut.
"Tim Vipers sudah menerima video itu dari 2-3 hari yang lalu dan mengeceknya ke sejumlah wilayah Tangsel tidak ada. Kami cek pelaporan masyarakat di Polres maupun jajaran Polsek, tidak ada," ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (14/6).
Kapolres memastikan,Tim Vipers telah melakukan pengecekan seperti di depan perumahan Casa De Parco, Kecamatan Cisauk, Tangerang. Namun, petugas keamanan setempat tidak pernah mengetahui adanya tindak pencurian dengan kekerasan seperti yang terlihat di video.
"Terlihat dalam lokasi video tersebut adanya halte, akan tetapi pada saat dicek tidak ada halte pada lokasi tersebut," kata dia.
Selain itu analisis Tim Vipers, arah arus kendaraan tidak sesuai dengan pola aturan yang berlaku umum di Indonesia.
Selain itu, diperkuat juga dengan adanya mobil putih Merk Suzuki dengan jenis X-Over yang ada dalam video dilengkapi dengan Panoramic Roof yang tidak dihadirkan ATPM ke Indonesia.
"Jadi tidak benar kalau video itu di BSD Tangsel," ucap dia.
Baca juga:
Heboh video mirip salju di Jalan Sudirman ternyata busa
Jawara Bekasi kebal bacok minta gengster ngaji biar bener
Ada dangdut di 'Chibi Maruko Chan', bukti dangdut populer di Jepang?
Cak Imin ajak pendukung dan pengkritik pemerintah santun di medsos
Ketum PBNU khawatir negara ambruk jika isu negatif kuasai medsos
Jokowi ajak rakyat Indonesia hentikan sebar berita bohong