Beredar video kekerasan di Papua, ini kata TNI
TNI mengaku tak tahu kenapa video tersebut tiba-tiba tersebar di media sosial.
Sebuah video berisi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Indonesia kembali beredar di media sosial. Di Facebook, banyak orang membagikan video yang memperlihatkan dua orang personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang menganiaya warga sipil Papua.
Video berdurasi 1 menit 9 detik tersebut memperlihatkan dua personel TNI sedang menendang dan memukuli warga. Sementara, para korban nampak tak berdaya.
Ternyata video yang beredar di media sosial dan menjadi viral tersebut merupakan video lama. Sumber merdeka.com di Mabes TNI menyebutkan video tersebut sudah beredar sejak 2010. Video tersebut merupakan potongan dari durasi sebenarnya yang mencapai hampir 10 menit.
"Ini kejadian sudah lalu, tahun 2010 dan sudah diproses hukum para pelakunya," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat, Brigadir Jenderal M Sabrar Fadhilah saat dikonfirmasi merdeka.com.
Ketika itu, TNI bertindak cepat setelah video tersebut tersebar luas. Para pelaku penganiayaan warga yang diketahui terlibat dalam kekerasan tersebut segera diperiksa, bahkan mereka telah menjalani hukumannya.
"Kalau tidak salah prajurit TNI menemukan senjata di kampung tersebut. Prajurit tersebut memaksa masyarakat mengaku terkait senjata yang dicurigai sebagai anggota OPM dengan cara yang salah," ungkap pihak TNI, Senin (7/3).
TNI mengaku tak tahu kenapa video tersebut tiba-tiba tersebar lagi di media sosial.
Baca juga:
Aksi helikopter TNI AD terbang rendah amankan KTT OKI
Ini tanggapan TNI mau disuruh usir lonte dan masuk gorong-gorong
Lokasi latihan belum ada, tank Leopard mangkrak di markas Kostrad
Latihan sniper TNI AD, si pembunuh dari jauh
Pangkostrad pimpin anak buah ziarah dan berdoa di makam Soeharto