Berbekal motor trail dan sabit, 2 siswa SMA di Singaraja menjambret
Ulah keduanya meresahkan warga setempat.
Dua siswa salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Singaraja, Bali, yakni GEP dan KB, ditangkap Kepolisian Resor Buleleng. Penyebabnya, selama ini mereka sangat meresahkan masyarakat di daerah itu lantaran kerap menjambret berbekal senjata tajam.
"Pelaku beraksi kerap membawa senjata tajam berupa sebilah sabit atau parang. Sangat meresahkan warga, utamanya perempuan," kata Kepala Polisi Sektor Kota Singaraja, Komisaris Polisi Nyoman Suarnata, Minggu (17/7).
Suarnata mengatakan, kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng. Mereka sebelumnya sudah dikuntit polisi.
Dikatakan pula, penangkapan kedua pelaku sempat membikin geger warga sekitar. Sebab, warga tidak menyangka kedua anak muda itu pelaku penjambretan, lantaran mereka masih sekolah.
"Kedua pelaku pun digelandang ke Mapolsek Kota Singaraja untuk dimintai keterangan. Dari keterangan kedua pelaku diketahui, mereka sudah beraksi menjambret di Jalan Komodo Kelurahan Banyuning, wilayah Desa Bungkulan, dan Sukasada," ujar Suarnata, seperti dilansir dari Antara.
Suarnata melanjutkan, polisi juga menyita satu unit sepeda motor jenis Kawasaki KLX, dan sebilah sabit kerap dibawa saat melakukan aksinya.
"Saat ini kedua pelaku jambret masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak kepolisian. Polisi juga kembali mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario Techno, yang merupakan hasil aksi kejahatan dari kedua pelaku ini," tutup Suarnata.(mdk/ary)