'Berbeda itu wajar, jangan gampang dipecah belah'
Masyarakat diingatkan agar tidak memandang perbedaan sebagai sesuatu yang harus dipersoalkan. Justru keberagaman menjadi sebuah kemewahan jika di tengah-tengah masyarakat muncul toleransi.
Masyarakat diingatkan agar tidak memandang perbedaan sebagai sesuatu yang harus dipersoalkan. Justru keberagaman menjadi sebuah kemewahan jika di tengah-tengah masyarakat muncul toleransi.
"Jadi kalau pun beda itu wajar. Kita merasa memiliki negara ini sehingga tidak membuat kita gampang dipecah belah," ujar peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro dalam keterangannya, Kamis (26/4).
Menurutnya, untuk menjaga keutuhan harus berpegangan teguh pada Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan begitu upaya-upaya untuk membenturkan berbagai kelompok bisa dicegah.
"Kita mengacu pada konstitusi, kita adalah NKRI dan kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu yang dicari bukan perbedaannya, tapi persamaannya," tutur Siti.
Dia mengatakan, semakin kuat pemahaman masyarakat dalam bernegara tidak akan muncul perpecahan. Siti juga meminta agar nilai-nilai dalam sila Pancasila dipahami, dihayati, dan diamalkan.
"Kita juga harus menguatkan NKRI dan juga menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda kita satu jua," katanya.
Siti juga mewanti-wanti dengan kemajuan teknologi yang luar biasa memiliki dampak positif dan negatif. "Dampak negatif terutama intoleransi melalui dunia maya. Ini yang harus diantisipasi," tandasnya.
Baca juga:
Indonesia raih juara dua program kerukunan beragama PBB
'Islam mengajarkan kedamaian dan toleransi, melarang teror'
Potret keharmonisan wanita berkerudung bantu biarawati menyeberang jalan
Hadiri perayaan Nyepi, Jokowi ajak umat Hindu jaga keharmonisan
Lily Wahid: Bangsa ini akan kuat dengan musyawarah