Berantem di pasar malam, tangan Riko nyaris putus dibacok Amat
Riko (30) menjadi korban penganiayaan saat berada di sebuah pasar malam di Jalan Soebrantas, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Telapak tangan korban nyaris putus dibacok parang. Itu setelah Riko berkelahi dengan RH (17) alias Amat Palembang.
Riko (30) menjadi korban penganiayaan saat berada di sebuah pasar malam di Jalan Soebrantas, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Telapak tangan korban nyaris putus dibacok parang. Itu setelah Riko berkelahi dengan RH (17) alias Amat Palembang.
Kejadian bermula ketika korban pamit kepada abangnya, Riski (22), untuk pergi ke pasar malam, Kamis (6/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah korban pergi, Riski juga meninggalkan rumah untuk suatu keperluan.
"Saat di perjalanan, warga Jalan Tunas Bhakti, Kelurahan Tagaraja itu mendapat kabar kalau adiknya dibawa ke rumah sakit karena dianiaya," ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung kepada merdeka.com, Jumat (7/7).
Mendengar kabar itu, Riski langsung bergegas ke Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung. Dia melihat korban terbaring lemas dengan beberapa luka di bagian tubuh.
Tidak terima, Riski segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Kateman. Diketahui, pelaku penganiayaan adalah Rh alias Amat Palembang, warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tagaraja.
Anggota Polsek Kateman dipimpin Pejabat Sementara Panit II Reskrim, Aiptu Abdullah Awang SSos langsung melakukan olah TKP dan mengejar pelaku. "Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan di Jembatan Parit 8, Jalan H Abdul Manaf," kata Dolifar.
Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku menganiaya dengan benda tajam karena saling pandang antara dirinya dan korban. Selanjutnya, karena tak terima dipandang, korban memukul pelaku hingga terjatuh.
Merasa dilecehkan, pelaku mengambil parang dan membalas dengan menyabetkannya ke tangan korban hingga luka-luka. Setelah itu, pelaku pergi dan membuang parang ke laut di Pelabuhan Syahbandar lama.
"Penyidik belum bisa meminta keterangan korban karena masih dirawat intensif di rumah sakit. Korban mengalami luka sayat di leher kiri sepanjang kiri 8 cm dan luka sayat di telapak tangan kanan hampir putus," pungkas Dolifar.(mdk/ang)