Berantas kejahatan, Mabes Polri kerja sama dengan negara tetangga
Kata Kapolri, tujuan pertemuan guna membahas isu kejahatan transnasional seperti counter terorism, cyber crime dll.
Mabes Polri bersama sejumlah negara ASEAN menggelar kegiatan Senior Official Meeting On Transnational Crimes (SOMTC), melakukan pertemuan oleh seluruh penegak hukum, lembaga dan badan yang tergabung dalam Asia Tenggara bersama dengan sejumlah negara peserta. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, pertemuan ini sudah berlangsung selama 16 kali, tujuannya untuk membahas bagaimana memberantas dan mencegah kejahatan transnasional.
"Kerja sama ini untuk meningkatkan pertukaran informasi guna pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan suatu kejahatan yang melibatkan negara-negara di ASEAN," kata Kapolri di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (24/5).
Selain itu, kata Kapolri, tujuan pertemuan guna membahas isu kejahatan transnasional seperti counter terorism, cyber crime, trafficking in person, illicit drugs trafficking, money laundering, arms smuggling, Sea piracy, internasional economic crime, wildlife And timber trafficking, people smuggling dan illegal fishing.
"Kami harapkan pertukaran informasi antar semua anggota ASEAN. Hal ini penting untuk mendeteksi adanya kejahatan di negara kita yang berpotensi juga terjadi di negara lain, seperti terorisme dan narkoba," ujarnya.
Lanjut Kapolri, kegiatan ini juga untuk memperkuat hubungan penegak hukum antar negara.
"Kami usul bahwa kerjasama internasional dalam penindakan terorisme. Agar selanjutnya jika ada korban WNI di luar negeri, kami bisa menangkap pelakunya. Termasuk dengan mencegah peredaran narkoba lintas negara dengan menutup jalur-jalur masuknya barang haram itu," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh 10 negara ASEAN. Di luar itu diikuti pula negara ASEAN Member Status di antaranya Rusia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, AS, India, New Zealand, Kanada, Uni Eropa ditambah Asia Australia Program on Trafficking in Person.
Baca juga:
Kapolri larang warga sipil gunakan atribut 'Turn Back Crime'
Bripka Seladi, polisi pemulung yang harus jadi teladan anggota Polri
Atribut Turn Back Crime terus laris manis
Kapolri sesalkan Krishna Murti sebut polisi Amerika bodoh
'Kapolri bisa pertimbangkan syarat nilai masuk Akpol diturunkan'