Berani Berubah: Kembali Bangkit dari Kerajinan Singal
Pembuatan Singal tentu saja menguntungkan semua pihak, terutama para perajin dan pembuat kain batik
Kerajinan Singal kembali dikenal melalui tangan Chelsea. Kerajinan dari Kalimantan Utara ini kembali viral di masa pandemi Covid-19. Singal yang dibuatnya memang sedikit berbeda, dengan menggunakan kain batik yang dibeli dari teman-temannya.
Pembuatan Singal tentu saja menguntungkan semua pihak, terutama para perajin dan pembuat kain batik. Di masa pandemi, para perajin kembali meraup untung dari penjualan Singal.
"Nah, efek dari itu banyak pengrajin, teman-teman pengrajin yang mulai bertumbuh. Mereka ikut membuat singal dengan versi masing-masing. Di luar itu juga ada pelatihan-pelatihan pembuatan singal," kata Chelsea.
©2022 Merdeka.com
Saat membuat Singal, Chelsea terbilang cukup mahir. Dia juga dibantu oleh beberapa karyawan, untuk membuat Singal. Biasanya Chelsea menggunakan satu meter kain batik yang didapat dari temannya. Kemudian kain tersebut dijahit dan dibentuk seperti Singal.
Meski omzetnya sempat turun karena dihantam saat awal pandemi Covid-19, kini kerajinan Singal yang dibuatnya kembali bangkit. Bahkan omzetnya mencapai 300 persen, atau berada di angka Rp80 juta per bulan.
©2022 Merdeka.com
Dari kerajinan Singal, Chelsea berharap kerajinan ini bisa menjadi ikon Tarakan, khususnya Kalimantan Utara.
"Lewat pembuatan singal saya kembali bangkit. Kuncinya adalah keuletan, inovasi, dan Berani Berubah!" kata Chelsea.
(mdk/fly)