Beraktivitas janggal di Bukit Cendana, 35 orang diamankan Polres Banyumas
Sebanyak 35a orang diamankan ke Mapolres Banyumas karena bersinggungan dengan warga dusun Kalipagu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (21/9). Puluhan orang itu dianggap berperilaku janggal, tidak sopan dan terkesan menutup-nutupi identitas saat hendak menginap di Bukit Cendana.
Sebanyak 35a orang diamankan ke Mapolres Banyumas karena bersinggungan dengan warga dusun Kalipagu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (21/9). Puluhan orang itu dianggap berperilaku janggal, tidak sopan dan terkesan menutup-nutupi identitas saat hendak menginap di Bukit Cendana.
Dari pengamanan puluhan orang itu, didapati beberapa senjata tajam. Satu kain hitam bertuliskan huruf Arab. Topi hitam bertuliskan Arab. Beberapa barang lain dan kamera pesawat tanpa awak (drone).
Kepala Dusun IV Kalipagu, Dedi Restiawan mengatakan puluhan orang itu datang secara bertahap. Ia mengatakan kedatangan tahap pertama sekitar 8 orang pada Kamis (21/9) pukul 17.00. Tahap kedua pukul 22.30 sebanyak puluhan orang. Puluhan orang itu melintas di pemukiman tanpa sopan santun.
"Warga awalnya jengkel karena mereka naik motor kencang tidak menyapa. Saat kami tanyai identitas berbelit-belit. Hanya bicara sedang menunggu panitia," ujarnya saat ditemui merdeka.com di Mapolres Banyumas.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kalipagu, Purnomo menambahkan karena makin curiga ia dan Kadus lantas naik ke bukit Cendana menemui kelompok tersebut. Saat dimintai surat pemberitahuan aktivitas di kawasan hutan, mereka tak menjawab.
"Sikap mereka sinis. Kami makin jengkel. Tidak lama polisi datang," ujarnya.
Salah satu anggota kelompok yang bersinggungan dengan warga Kalipagu, Umar warga Sokaraja mengatakan maksud tujuannya ke bukit Cendana untuk membaca dan menghafal Alquran. Kegiatan itu memang dilakukan berombongan merayakan tahun baru Islam. Ia juga mengatakan kain hitam yang dibawa merupakan bendera tauhid.
"Bendera itu tidak mengacu organisasi tertentu. Kami semua dari Banyumas mau kemping saja rayakan tahun baru Islam," ujarnya.
Umar juga mengatakan kegiatan mereka tidak ada yang koordinir. Mereka berencana menginap satu malam.
"Itu bendera umat Islam. Bendera semua umat Islam, bukan organisasi. itu bendera tauhid," kata Umar saat ditemui merdeka.com di Mapolres Banyumas, Kamis (21/9).