Bentrok Aparat dan Warga di Purworejo, 11 Orang Dibebaskan Polisi
Aksi menolak agenda sosialisasi quarry (tambang) Bendungan Bener berujung kericuhan dengan aparat kepolisian di Purworejo. 11 orang sempat diamankan Polres Purworejo. Mereka kemudian dibebaskan setelah dilakukan tes urine hasil negatif narkoba.
Aksi menolak agenda sosialisasi quarry (tambang) Bendungan Bener berujung kericuhan dengan aparat kepolisian di Purworejo. 11 orang sempat diamankan Polres Purworejo. Mereka kemudian dibebaskan setelah dilakukan tes urine hasil negatif narkoba.
"11 orang sudah kami bebaskan, lima warga Wadas kami kembalikan ke Polsek, dan enam luar warga Wadas kami kembalikan ke kuasa hukumnya," kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito saat dikonfirmasi, Sabtu (24/4).
Dia mengungkapkan 11 warga yang diamankan terpaksa dilakukan tes urine karena polisi mencurigai aksinya terpengaruh narkoba. "Kami akhirnya lakukan tes urine ke 11 orang, hasil tes mereka negatif narkoba," tuturnya.
Terkait akses jalan yang ditutup, aparat kepolisian bersama Brimob dan Kodim 0708 sudah melakukan pembersihan lokasi tersebut.
"Kami lakukan ini sebagai upaya langkah Kamtibnas saja karena jalan kabupaten, tidak boleh kelompok masyarakat tertentu kemudian menguasainya dan melarang orang lain untuk melintas. Ini sama saja dengan mengganggu ketertiban umum sehingga harus ditertibkan," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, massa penutupan akses jalan menuju Desa Wadas, Purworejo, Jumat (23/4). Mereka memblokade jalan dengan pepohonan dan batu, sebagai bentuk penolakan atas rencana sosialisasi quarry (tambang) batu andesit yang akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Bener.
Baca juga:
11 Orang Diamankan Terkait Kerusuhan dengan Aparat di Purworejo
Ricuh Tolak Tambang di Purworejo, Sejumlah Orang Ditangkap Polisi
Puluhan Orang Diamankan Pascabentrok Warga di Cikampek
Dua Kelompok Warga Bentrok di Cikampek, Senjata Tajam dan Puluhan Orang Diamankan
1 Tewas Akibat Bentrok Kelompok Warga di Manokwari, 2 Orang Ditangkap Polisi
Bentrok Warga di Samarinda Dipicu Dendam Pembakaran Lahan Pertanian