LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Belitung menebus dosa gerhana rezim Orba

Pada 11 Juni 1983, tak ada orang berkeliaran di jalanan. Warga hanya berani menyaksikan gerhana lewat siaran TVRI.

2016-03-09 10:22:38
Gerhana Matahari Total 2016
Advertisement

Rabu (9/3) pagi, di Pantai Nyiur Melambai, Desa Lalang, Kota Manggar, Belitung Timur, ribuan warga berjubel menyaksikan gerhana. Suasana seketika riuh saat gerhana yang dinanti-nanti tiba pukul 07.22 WIB. Suasana gelap 2 menit 11 detik diisi gema takbir, aksi swafoto, serta tepuk tangan yang menggema di sepanjang bibir pantai.

Pengunjung bernama Arief (44), semasa kecil tinggal di Magelang, Jawa Tengah, mengaku suasana menyambut gerhana sangat berkebalikan. Dia menyitir pendekatan keliru rezim Orde Baru, pada 11 Juni 1983 dulu, yang justru melarang warga di seluruh Indonesia melihat gerhana dengan propaganda kebutaan.

"Sekarang justru orang ramai. Saya dulu dilarang keluar rumah oleh orang tua. Malah pak kades meminta tetangga menutup sumur karena bisa bahaya kalau kena gerhana," ujarnya kepada merdeka.com sambil tergelak.

Arsip berita media massa saat itu, seperti Tempo, Kompas, ataupun Suara Pembaruan, membuktikan kata-kata Arief. Di kota-kota besar, Sabang sampai Merauke, pada 11 Juni 1983, tak ada orang berkeliaran di jalanan. Warga hanya berani menyaksikan gerhana lewat siaran TVRI.

Suasana semarak ini pula yang jadi alasan Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir di Pulau Belitung untuk menyaksikan gerhana. Di Pulau Laskar Pelangi ini, warga semarak menyaksikan gerhana. Baju-baju sablon bertuliskan 'Gerhana Matahari Total 2016' ramai dibeli. Pemerintah setempat menggelar lebih dari 10 kegiatan pariwisata alternatif, bila ada turis ingin menjajal suasana selain gerhana.

"Jangan diulang lagi seperti pemerintah dulu. Momen Gerhana terlewat begitu saja," kata Arief dalam kesempatan terpisah. Dari hitungan pemerintah, pariwisata gerhana di berbagai kota tahun ini dapat mendatangkan devisa Rp 400 miliar.

Yusrizal (45), warga asli Manggar, ingat pula larangan menyaksikan gerhana di masa OrBa. Tapi dia nekat menonton di pantai Lalang, sendirian. Saat itu dia masih remaja.

"Suasana hening saat itu," ujarnya.

Kini, ribuan orang ramai-ramai mengabadikan gerhana. Menurut Yusrizal, penerimaan yang berbeda atas fenomena alam itu didukung pemberitaan media.

Di luar itu, dia pun yakin gerhana seharusnya dinikmati, bukan ditakuti. "Ciptaan Allah pasti punya kebaikan bagi manusia," tandasnya.

Baca juga:
Demi menanti gerhana matahari, warga Minahasa Utara rela berkemah
Bicara soal gerhana, Gus Ipul bercerita tentang Batara Kala
Di Manggar, gerhana bisa kalah oleh kopi
Perangko edisi gerhana matahari seharga Rp 100.000 laris manis
PT Pusri ogah disalahkan terkait asap yang menutupi gerhana
5.000 lebih warga padati Bosscha Bandung demi melihat gerhana

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.