LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Beli Minyak Goreng di Solo Wajib Celupkan Jari ke Tinta

Panitia penjualan minyak murah mengatakan pencelupan jari ke tinta seperti saat Pilkada atau pemilu dilakukan untuk mengantisipasi warga yang curang. Karena bisa saja mereka yang sudah membeli, kembali lagi berulang kali.

2022-02-23 17:43:53
Minyak Goreng
Advertisement

Untuk mendapatkan minyak goreng, puluhan ibu rumah tangga di Solo harus rela antre di salah satu toko serbaguna Kelurahan Kestalan Banjarsari, Rabu (23/2) siang. Usai mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter, mereka harus mencelupkan jari kelingking ke tinta, layaknya pencoblosan saat pemilu.

Panitia penjualan minyak murah mengatakan pencelupan jari ke tinta seperti saat Pilkada atau pemilu dilakukan untuk mengantisipasi warga yang curang. Karena bisa saja mereka yang sudah membeli, kembali lagi berulang kali.

“Ini untuk mengantisipasi adanya kostumer yang nakal. Kalau tidak begini nanti ada yang datang berkali-kali terus ada kemungkinan juga barangnya dijual lagi dengan harga lebih mahal," kata Kepala Gugus Supermarket Luwes Kestalan, Darwanti.

Advertisement

Dia mengatakan, kelangkaan minyak goreng dengan harga murah memang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir. Pihaknya harus menerapkan aturan tersebut agar pembeli bisa mendapatkan barang dengan merata.

“Kami membatasi jumlah pembelian minyak goreng agar minyak goreng bisa terdistribusi merata ke tangan masyarakat,” ujarnya.

Selama tinta tersebut masih ada di jari kelingking, Darwanti mengungkapkan, maka otomatis masyarakat dilarang membeli minyak goreng di tempat yang sama.

Advertisement

"Setiap orang kita batasi maksimal hanya 2 liter saja," ujarnya.

Karena banyaknya antrean, panitia harus mengerahkan pengamanan internal untuk mengatur agar tidak terjadi kerumunan dan saling berebut. Setiap harinya, pihak toko mampu menjual minyak goreng sebanyak 20 karton yang berisi kemasan 1 liter dan 2 liter.

“Kami punya kebijakan untuk mendisplay minyak goreng kemasan secara bertahap agar stok minyak goreng tidak langsung habis. Kami display pagi dan siang. Sebelum satu jam sudah langsung habis," jelas dia.

Salah seorang pembeli Tina (31) warga Gilingan Solo rela antri karena kesulitan mendapatkan minyak goreng murah. Menurtnya harga di pasar tradisional jauh lebih mahal jika dibandingkan denga harga di toko modern.

“Ya lumayan harganya lebih murah disini. Jadi saya langsung kesini saja, daripada ke pasar masih mahal,” tutupnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.