Belasan Pelajar Tangerang Ditangkap saat Ingin Ikut Demo di Jakarta
Saat melakukan penyekatan, para pelajar kabur hingga ke sawah milik warga. Petugas pun melakukan pengerjaan dan berhasil mengamankan mereka.
Jajaran Polsek Pangkuhaji, Tangerang, Banten amankan para pelajar yang ingin melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta. Diketahui, mereka berniat untuk bergabung melakukan aksi unjuk rasa dalam penolakan UU Cipta Kerja.
"Pada pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, kepolisian dan TNI telah dilaksanakan giat penyekatan keberangkatan sejumlah pelajar yang akan menuju ke Istana Negara Jakarta dalam rangka aksi menolak RUU Omnibus Law (Cipta Kerja)," kata Kapolsek Pakuhaji AKP Edy Suprayitno kepada merdeka.com Kamis (8/10) malam.
Saat melakukan penyekatan, para pelajar kabur hingga ke sawah milik warga. Petugas pun melakukan pengerjaan dan berhasil mengamankan mereka.
"Kita amankan ada 13 orang. Dari 13 orang ini 10 merupakan SMA dan SMK, 1 pelajar SMP, dan 2 lainnya tidak sekolah," katanya.
Lanjutnya, mereka pun didata dan meminta orangtua juga pihak sekolah hadir di Polsek Pangkuhaji. Guna memberikan efek jera, Edy mengaku kalau mereka harus meminta maaf kepada orangtuanya masing-masing dengan bersujud juga mencium kaki orangtua mereka.
"Diberikan himbauan serta tindakan ringan untuk menimbulkan efek jera dan akan dikembalikan kepada orangtua atau keluarga masing-masing. Karena apa yang mereka lakukan ini adalah perbuatan yang salah, oleh sebab itu kami mengimbau agar masyarakat ada anak atau sanak keluarganya yang akan ke Jakarta jangan diperbolehkan dan agar lebih mengawasi yang bisa merugikan keluarga dan anak-anaknya," pungkasnya.
Sementara itu salah seorang pelajaran mengaku menyesal apa yang ia lakukan. Ia pun meminta maaf kepada orangtuanya.
"Maafin saya bu, maaf bu, saya menyesal bu, maafin bu," katanya.
(mdk/eko)