LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Belanda vs Swedia: Oranje Waspada Ancaman Underdog di Houston

Pertarungan sengit antara Belanda vs Swedia akan tersaji di Grup F, di mana Oranje harus mewaspadai potensi kejutan dari tim underdog Swedia yang siap memanfaatkan celah taktik. Siapa yang akan unggul?

Sabtu, 20 Jun 2026 10:01:09
sepak bola
Pertarungan sengit antara Belanda vs Swedia akan tersaji di Grup F, di mana Oranje harus mewaspadai potensi kejutan dari tim underdog Swedia yang siap memanfaatkan celah taktik. Siapa yang akan unggul? (AntaraNews)
Advertisement

Duel menarik Grup F akan mempertemukan tim nasional Belanda dan Swedia di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat. Laga yang dijadwalkan pada Sabtu (20/6) pukul 24.00 WIB ini diprediksi menjadi ajang adu taktik dan kekuatan lini sayap kedua tim. Belanda, yang pada pertandingan sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Jepang, akan menghadapi Swedia yang tampil impresif dengan kemenangan telak 4-1 atas Tunisia.

Analisis pertandingan menunjukkan bahwa empat dari enam gol yang tercipta dari kedua tim di laga perdana berasal dari tusukan sayap. Hal ini mengindikasikan bahwa pertarungan antara para winger dan bek sayap akan menjadi kunci utama dalam menentukan jalannya pertandingan. Kedua tim dikenal sangat efektif dalam memanfaatkan lebar lapangan untuk menciptakan peluang.

Belanda dan Swedia sama-sama menunjukkan penetrasi kuat ke sepertiga akhir lapangan dari sisi sayap. Swedia melakukan 48 kali serangan dari sayap (86% dari total tusukan), sementara Belanda mencatatkan 53 kali (84%). Namun, terdapat perbedaan taktik yang menarik untuk dicermati, yang bisa menjadi celah bagi salah satu tim.

Taktik Sayap: Memanfaatkan Celah Lawan

Meskipun kedua tim agresif di sayap, Swedia cenderung lebih mengoptimalkan sayap kanannya, sedangkan Belanda memiliki keseimbangan dalam mengeksploitasi kedua sayapnya, serta lebih sering menekan dari lini tengah. Perbedaan ini bisa dimanfaatkan oleh pelatih Belanda, Ronald Koeman, yang kemungkinan akan menugaskan pemainnya untuk lebih aktif di sisi kanan.

Advertisement

Tugas khusus ini kemungkinan akan diemban oleh Denzel Dumfries dan Crysencio Summerville di sisi kanan permainan Oranje. Mereka akan dibantu oleh Ryan Gravenberch, yang saat melawan Jepang lebih banyak berkontribusi dalam serangan dari sisi kanan. Strategi ini bertujuan untuk mengeksploitasi sedikit celah yang mungkin ada di sisi kiri pertahanan Swedia.

Pola serangan dari sayap telah terbukti efektif bagi Belanda. Kedua gol Oranje saat melawan Jepang, yang dicetak oleh Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville, berawal dari pergerakan di sayap kanan. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya peran para pemain sayap dalam skema permainan Belanda.

Advertisement

Adu Tajam Bomber dan Peran Krusial Gelandang

Pertemuan ini juga akan menjadi panggung bagi adu ketajaman para bomber dari kedua tim. Di kubu Swedia, duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres telah menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Keduanya bermain padu di lini depan The Blue-Yellow, difasilitasi oleh sistem 3-4-1-2 ala Graham Potter.

Saat menghancurkan Tunisia 4-1, Isak dan Gyokeres saling berbagi assist untuk dua gol yang mereka sumbangkan, menunjukkan kecepatan dan kekuatan mereka. Isak bahkan menambah satu assist lagi untuk gol keempat Swedia yang dicetak Matthias Svanberg. Sementara itu, Belanda akan mengandalkan trisula Gakpo, Donyell Malen, dan Crysencio Summerville.

Di lini tengah, Belanda akan bertumpu pada visi bermain Ryan Gravenberch, yang merancang kedua gol Oranje saat melawan Jepang, serta Frenkie de Jong, yang visinya tak kalah hebat dan menjadi jangkar tak tergantikan. Peran gelandang kreatif ini akan sangat vital dalam membongkar pertahanan Swedia dan menyuplai bola kepada para penyerang.

Belajar dari Kesalahan dan Potensi Kejutan Underdog

Ronald Koeman harus belajar dari kesalahan taktisnya saat melawan Jepang. Ketika Belanda memimpin 2-1, Koeman menarik Gravenberch dan menggantinya dengan Nathan Ake, mengubah formasi dari empat bek menjadi lima bek. Perubahan ini mendinginkan mesin serangan Oranje dan dimanfaatkan Jepang untuk menyamakan kedudukan melalui gol Keito Nakamura, yang berawal dari sisi kiri yang kurang terjaga.

Pelatih Swedia, Graham Potter, bisa saja menunggu kekeliruan serupa dari Koeman untuk mengubah posisi timnya dari yang tidak diunggulkan menjadi pemenang. Jika Koeman kembali keliru membaca arah permainan, Swedia berpotensi mendapatkan tiket fase gugur lebih cepat.

Secara historis, Swedia memiliki rekam jejak yang baik dalam melewati fase grup Piala Dunia, termasuk finis peringkat ketiga pada edisi 1994 di Amerika Serikat. Mereka hanya gagal tiga kali melewati fase grup dari 12 partisipasi, dan itu terjadi sudah lama sekali. Namun, mereka gagal mengalahkan Belanda pada 1974 dalam satu-satunya pertemuan di putaran final Piala Dunia, yang berakhir 0-0.

Belanda sendiri, yang absen pada 2018 namun mencapai perempat final pada 2022, tidak pernah gagal melewati fase grup dalam sebelas partisipasi sebelumnya. Meskipun Belanda memiliki bekal kualifikasi yang lebih baik (juara grup tanpa kalah) dibandingkan Swedia (lolos via playoff dan finis terbawah di grup kualifikasi), Swedia tidak boleh diremehkan. Dengan duo bomber yang padu, Swedia siap mengkapitalisasi perasaan superior Belanda untuk menciptakan kejutan.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Polres Jakbar Amankan Dua Remaja Bawa Tembakau Sintetis, Perketat Patroli Kejahatan Jalanan
  • Harga Pangan Terkini: Cabai Rawit Tembus Rp76 Ribu, Telur Ayam Rp29 Ribu per Kilogram
  • Belanda vs Swedia: Oranje Waspada Ancaman Underdog di Houston
  • Perkuat Ketahanan Keluarga, Pemkab Sumbawa Barat Dorong Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak
  • KBPP Polri Soroti Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Jaga Stabilitas Nasional
  • belanda swedia
  • graham potter
  • grup f
  • konten ai
  • merdekaantara
  • oranje
  • piala dunia
  • prediksi pertandingan
  • ronald koeman
  • sepak bola
  • taktik sepak bola
  • the blue yellow
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.