Bekasi lautan api, ketika rakyat membantai 26 tentara Inggris
Pada 13 Desember 1945, Bekasi berubah seketika menjadi lautan api.
Oktober 1945, pasukan sekutu dan Belanda berhasil memasuki kota Bandung. Mereka melakukan teror terhadap rakyat Bandung. Klimaksnya terjadi saat kota Bandung terbakar hebat. Mulai dari batas timur Cicadas sampai dengan batas barat Andir. Peristiwa yang membuat rakyat Bandung harus meninggalkan daerahnya ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.
Jauh sebelum tragedi itu terjadi, Bekasi juga mengalami hal serupa. Diawali jatuhnya pesawat Dakota Inggris pada 23 November 1945 di Rawa Gatel, Cakung. Para pejuang setempat membawa 26 tentara Inggris ke Tangsi Polisi (sekarang Polres Bekasi).
Tentara Inggris yang dibawa oleh pejuang setempat dibunuh di tempat tersebut. Sejarawan, Ali Anwar mengatakan jika para pejuang tersebut sudah menyiapkan pemakaman bagi tentara Inggris.
"Jadi dibawa ke belakang tangsi Polisi, disiapin pemakamannya" ujarnya.
Ali menjelaskan pesawat Dakota hendak menuju ke Semarang, namun karena kerusakan mesin, pesawat akhirnya terjatuh di Rawa Gatel. Inggris dan Perdana Menteri Syahrir meminta kepada pejuang setempat untuk mengembalikan tentara yang di tahan.
"Tapi para pejuang setempat menolak dan akhirnya membunuh para tentara sekutu pada awal Desember" ucap Ali, menegaskan.
Hingga akhirnya hal tersebut memicu kemarahan dari tentara Inggris. Pada 13 Desember 1945, Bekasi berubah seketika menjadi lautan api.
"13 Desember dilakukan pembakaran, pengeboman dari mulai alun-alun Bekasi sampai Kranji, Teluk Buyung, Teluk Pucung, Bulak Kapal, bahkan sampai ke Lemah Abang dan Karawang" ujar Ali.
Tak banyak yang mengetahui sejarah itu. Masih banyak lagi kisah heroik di Bekasi hingga Kota tersebut layak dikenal sebagai Kota Pahlawan.
(mdk/noe)